Demo Tambang di Konawe Selatan
Ricuh Demonstrasi Tambang di Konawe Selatan 3 Orang Ditangkap, Kapolres Konsel Ungkap Kronologinya
Kapolres Konawe Selatan, AKBP Erwin Pratomo mengatakan tiga massa aksi ditangkap diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga.
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Muhammad Israjab
Dalam aksinya, para nelayan tersebut memerotes pencemaran laut akibat aktivitas PT GMS.
Salah seorang pengunjuk rasa Daud (28) mengatakan, penangkapan terjadi saat massa menghalau mobil perusahaan yang hendak menabrak pendemo.

Karena massa tak mau membubarkan diri, polisi akhirnya melepaskan tembakan berkali-kali ke udara.
"Mungkin karena polisi melihat mereka (yang ditangkap) bukan warga di situ dan ngotot bertahan, sehingga dikejar dan ditangkap," ujar Daud (28) melalui telepon, Minggu (19/9/2021).
Hingga Minggu dinihari, tiga pengunjuk rasa tersebut belum dilepas polisi dan bergabung dengan massa yang masih bertahan di lokasi demonstrasi.
Sejumlah pendemo yang didominasi emak-emak ini pun memilih tidur di jalan hauling perusahaan sebagai bentuk protes kepada pihak kepolisian.
Baca juga: Kronologis dan Penyebab Mobil Terjun dari Pincara, Hanyut, dan Tenggelam di Sungai Konaweha Konawe
"Kami tidak akan pulang sampai rekan kami dilepas polisi dan juga perusahaan bertanggung jawab atas pencemaran laut," tandasnya.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat atau Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan belum membalas WhatsApp Messenger jurnalis TribunnewsSultra.com.
Hingga kini, TribunnewsSultra.com belum mendapatkan konfirmasi dari aparat kepolisian dan pihak perusahaan.(*)
(TribunnewSultra.com/Husni Husein)