Breaking News:

Berita Sulawesi Tenggara

Kepala Bank Indonesia Sultra Ingatkan Masyarakat Agar Tak Mudah Percaya dengan Penggandaan Uang

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) Bimo Epyanto mengatakan agar masyarakat tak mudah percaya dengan modus penggandaan uang.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Sitti Nurmalasari
TribunnewsSultra.com/ Muh Ridwan Kadir
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) Bimo Epyanto mengatakan agar masyarakat tak mudah percaya dengan modus penggandaan uang, saat ditemui di Kantor BPD Sultra, Selasa (14/9/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) Bimo Epyanto mengatakan agar masyarakat tak mudah percaya dengan modus penggandaan uang.

Hal itu menanggapi kasus sebelumnya yang ditangani Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) terhadap seorang pelaku penggandaan uang melaui ritual gaib, Rabu (8/9/2021).

Bimo menjelaskan masyarakat yang hendak berinvestasi dan memperoleh penghasilan harus menggunakan cara yang baik dan benar.

"Masyarakat jangan mudah percaya dengan iming-iming apabila ada yang dapat melipatgandakan uang dengan cara yang singkat," ujarnya saat ditemui di Kantor BPD Sultra, Selasa (14/9/2021).

Menurutnya cara seperti itu bukanlah sesuatu yang bijak dalam memperoleh penambahan penghasilan, apalagi dijanjikan dengan waktu yang singkat.

Baca juga: Tersangka Penggandaan Uang di Konawe Selatan Tipu 14 Korban, Demi Nafkahi Istri, Raup Rp237 Juta

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara menangkap S (50) warga Desa Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan pelaku menjalankan aksi menggandakan uang dengan ritual gaib.

"Pelaku S ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dengan modus penggandaan uang," kata Fery saat merilis kasus tersebut di Loby Direktorat Reserse dan Kriminal Umum ( Ditreskrimum) Polda Sultra, Kamis (9/9/2021).

Kombes Pol Ferry Walintukan menyebutkan dari tangan pria paruh baya itu polisi menyita 1.002 lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu.

Selain itu, polisi menyita alat meditasi praktik gaib berupa dua pelepah pisang untuk dudukan dupa, sehelai kain kafan, satu sisir pisang sebagai sesajen.

Baca juga: Polda Sultra Tangkap Pelaku Penggandaan Uang Ratusan Juta, di Konawe Selatan Melalui Ritual Gaib

Sementara, pelaku dijerat dengan Pasal 36 Ayat 1, 2, dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang subsider Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

"Tersangka terancam penjara selama 15 tahun," ujar Fery Walintukan.

Pria paruh baya ini melakukan aksinya sejak 2016 dan terungkap setelah salah seorang korban melapor ke Polda Sultra. (*)

(TribunnewSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved