Profil Leani Ratri Oktila: Raih 2 Medali Emas dan 1 Medali Perak di Paralimpiade Tokyo 2020
Perempuan yang akrab disapa Ratri itu berhasil mempersembahkan tiga medali untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020.
Penulis: Bima Saputra Lotunani | Editor: Sugi Hartono
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/atlet-parabadminton-indonesia-leani-ratri-oktila.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Berikut profil singkat atlet parabadminton Leani Ratri Oktila.
Perempuan yang akrab disapa Ratri itu berhasil mempersembahkan tiga medali untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020.
Dilansir Tribunnews.com, ia meraih dua medali emas dan satu meda perak pada ajang empat tahunan itu.
Dua medali emas ia peroleh dari kategori ganda putri bersama Khalimatus Sadiyah dan ganda campuran yang berpasangan dengan Hary Susanto.
Sementara, medali perak diperoleh Ratri pada kategori tunggal putri.
Baca juga: Indonesia Berhasil Bawa Pulang 9 Medali dari Paralimpiade Tokyo 2020
Pencapaian membanggakan itu pun mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo.
Hal itu terlihat dari unggahan pada akun Instagram resmi @jokowi.
"Tak ada yang bisa menghentikan Leani Ratri Oktila mendulang medali untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo. Kemarin, ia mempersembahkan medali emas dari bulutangkis ganda putri. Hari ini, dua medali ia raih di dua final," tulis Jokowi pada Minggu (5/9/2021).
Jokowi menambahkan keterangan raihan prestasi Leani Ratri Oktila.
"Medali emas direbutnya dari ganda campuran bersama Hary Susanto. Lalu di pertandingan sebelumnya Leani Ratri Oktila meraih medali perak di tunggal putri. Dengan demikian Leani sudah menyumbang dua medali emas dan satu perak untuk Indonesia," lanjutnya.
Profil singkat Leani Ratri Oktila
Dikutip dari laman resmi Kemenpora, Leani Ratri Oktila lahir di Kabupaten Kampar, Riau pada tanggal 6 Mei 1991.
Ia mengenal bulu tangkis sejak masih berumur tujuh tahun dengan dibimbing langsung oleh orang tuanya.
Di usia yang masih belia pula, ia berhasil mencatatkan prestasi sebagai atlet badminton, termasuk mewakili provinsinya dalam ajang nasional.
Hingga pada tahun 2011 ia mengalami kecelakaan sepeda motor yang mengakibatkan kaki kirinya menjadi lebih pendek 7 cm dari kaki kanannya.