Selasa, 21 April 2026

Berita Kendari

Mahasiswa UHO Tanam 100 Bibit Mangrove di Torobulu, Dampak Aktivitas Pertambangan

Sosialisasi kesehatan itu dilakukan oleh Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Halu Oleo atau KSR PMI UHO.

Tayang:
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Muhammad Israjab
zoom-inlihat foto Mahasiswa UHO Tanam 100 Bibit Mangrove di Torobulu, Dampak Aktivitas Pertambangan
Istimewa
Mahasiswa UHO dari Fakultas MIPA melakukan giat sosialisasi dan penanaman bibit mangrove di Desa Torobulu dan Desa Wonua Kongga Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Mahasiswa Universitas Halu Oleo, (UHO) Kendari lakukan giat bakti sosial (baksos) hingga penanaman ratusan bibit mangrove, Kamis (2/9/2021).

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Torobulu dan Desa Wonua Kongga Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan ( Konsel ), Sulawesi Tenggara.

Sebelum melakukan kegitan baksos, sejumlah mahasiswa UHO dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam itu melakukan sosialiasi kesehatan.

Sosialisasi kesehatan itu dilakukan oleh Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia Unit Universitas Halu Oleo atau KSR PMI UHO.

Ketua panitia kegiatan, La Ode Usman Zahir, mengatakan kegiatan tersebut bentuk keprihatinan karena lingkungan desa mulai tercemar akibat aktivitas perusahaan tambang di desa setempat.

Baca juga: Dekan FHIL UHO: Tanaman Mangrove Dapat Mengurangi Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Sumur Bor

"Ya kami dibantu bersama KSR PMI UHO guna mensosialisasikan pentingnya kebersihan lingkungan dan Alhamdulillah antusiasme warga begitu tampak," katanya saat ditemui, Jumat (3/9/2021).

Sosialisasi pentingnya lingkungan bersih di desa setempat bukan tanpa alasan sejumlah mahasiswa UHO itu dilakukan.

Pasalnya air di desa tersebut sudah tak layak pakai dan udara pun tampak tak sehat.

"Airnya masyarakat itu sudah kecoklatan dan udara juga disana kotor," ujar Zahir panggilan sapa ketua panitia kegiatan tersebut.

Zahir menerangkan, walaupun udara dan air di desa tersebut telah tercemar, namun campur tangan pemerintah belum tersentuh guna menindaklanjutinya.

"Tentu ini akan berdampak buruk bagi kesehatan dan berkehidupan masyarakat disana," ungkapnya.

Setelah sosialisasi, sejumlah mahasiswa bersama msyarakat setempat giat menanam seratus bibit mangrove di bibit patai Desa Wonua Kongga, Konsel. 

Baca juga: Curhat Ibunda Almarhum Yusuf Kardawi Korban Tewas 26 September, Tuntut Keadilan, Pesan ke Mahasiswa

"Ini langka awal dari kegitan kami, dan akan terus berlanjut terlebih melihat antusiasme warga dan sambutan baik yang kami terima dari kepala desa setempat," ucap Zahir.

Baksos dilakukan mahasiswa UHO dari Fakultas MIPA itu juga dikawal Babinkamtibmas setempat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Zahir berharap kegiatan serupa akan tetap diteruskan oleh mahasiswa generasi selanjutnya.

"Untuk adik adik kami, harapannya kegiatan ini tetap berjalan dan pemerintah tak tutup mata dengan kondisi desa desa yang terbelakang seperi ini," tutupnya. (*)

(TribunnewsSultra.com,/Husni Husein)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved