Hari Polwan
Sosok AKP Sri Endang Fajar Ningsih, Polwan Pertama Jabat Kasatlantas Polres Konawe
Sebelum bertugas di Mapolres Konawe, AKP Sri Endang juga pernah menjabat posisi strategis lainnya.
Penulis: Arman Tosepu | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/akp-sri-endang-fajar-ningsih.jpg)
Lengkap dengan sejarah dan makna di balik logo satuan khusus anggota kepolisian berjenis kelamin wanita tersebut.
Hari Polwan kembali diperingati pada Rabu 1 September 2021.
Polisi Wanita (Polwan) pada tahun ini memperingati hari jadinya yang ke 73.
Peringatan tersebut seiring sejarah kelahiran Polwan di Indonesia pada 1 September 1948 silam.
Sejarah lahirnya Polwan di Tanah Air berawal dari Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Bertepatan masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menghadapi Agresi Militer Belanda II.
Baca juga: Apriyani Rahayu dan Greysia Polii Dapat Hadiah Rumah Lagi, Kini Hunian Mewah di Pondok Indah Kapuk 2
Pada masa itu, terjadi pengungsian besar-besaran.
Para pria, wanita, maupun anak-anak, meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik-titik peperangan.
Pengungsian besar-besaran tersebut berpotensi menimbulkan masalah jika ada penyusup atau kriminal di antara pengungsi yang masuk ke wilayah-wilayah yang dikuasai republik.
Saat ada kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak atau wanita, para pengungsi perempuan menolak digeledah oleh polisi pria.
Untuk itulah, para pejabat kepolisian seringkali meminta bantuan kepada istri-istrinya untuk melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.
Menyadari kebutuhan petugas wanita untuk menjalankan tugas-tugas kepolisian yang tidak dapat dilakukan oleh polisi pria, maka pimpinan Polri pada saat itu memutuskan untuk membentuk polisi wanita. (*)
(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)