Muhammad Endang SA
Sosok Endang Ketua Demokrat Sultra 3 Periode, Eks Aktivis-Wartawan, 2 Kali Gagal Jadi Bupati Konsel
Sosok Muhammad Endang Ketua DPD Demokrat Sultra 3 periode, eks aktivis dan wartawan, 2 kali gagal jadi Bupati Konsel.
Penulis: Fadli Aksar | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/muhammad-endang-ketua-dewan-pimpinan-daerah-partai-demokrat-sulawesi-tenggara.jpg)
Advokasi hak-hak masyarakat Kecamatan Angata dan Benua, Konawe Selatan merupakan korban penggusuran PT Sumber Madu Bukari tahun 1996-1998.
Selain itu Endang juga terlibat dalam advokasi pembayaran ganti rugi Haris Ta’ara dkk korban pembangunan P2ID tahun 1998, serta advokasi perubahan Rumah Adat Malige di TMII tahun 1998.
Tak hanya menjadi aktivis, Endang berjejaring hingga ke dunia kewartawanan dengan menjadi pers kampus.
Muhammad Endang pernah menakhodai keredaksian Majalah Suara Nurani LAPMI HMI Cabang Kendari 1998.
Selanjutnya, menjadi Pemimpin Redaksi (Pempred) Radio FISIP Unhalu tahun 1998 dan reporter magang harian Media Kita (Kendari Pos).
Baca juga: Sarlinda Mokke Ganti Ketua Demokrat Sultra Endang SA, 3 Kali Legislator PAW DPRD Sulawesi Tenggara
Gagal Jadi Bupati Konsel
Muhammad Endang memulai karir di dunia politiknya di partai berlambang mercy sebagai sekretaris pada 2006-2011 hingga menduduki kursi ketua sampai sekarang.
Pada Pemilihan Bupati Konsel 2015 Muhammad Endang ikut berkontestasi berpasangan dengan Nurfa Thalib.
Saat itu, Endang masih menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Sultra usai terpilih 2014.
Karena terbentur aturan Endang terpaksa melepas kursi yang diduduki selama satu tahun demi mengambil alih singgasana 01 Konawe Selatan selepas masa jabatan Imran.
Sudah jatuh tertimpa tangga pula, Endang mengorbankan kursi legislatif tapi tak juga berhasil jadi Bupati Konsel.
Pasangan Muhammad Endang-Nurfa Thalib harus mengakui keunggulan Surunuddin Dangga-Arsalim Arifin.
Muhammad Endang dipastikan kalah dalam pesta politik 5 tahunan itu setelah hanya meraih 46.204 suara atau 30,76 persen.
Sementara Surunuddin Dangga-Arsalim mengantongi suara 57.099 atau 38,01 persen.
Guncangan politik yang sama terulang pada Pilkada 2020 lalu, Muhammad Endang kembali gagal untuk kedua kalinya merebut tahta Surunuddin.