HUT RI ke 76

Pembina Paskibraka SMAN 1 Kendari Ini Mengaku Bangga dengan Capaian Aditya Masuk Paskibraka Nasional

Pembina Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) SMA Negeri 1 Kendari, Nurhaena bangga melihat muridnya menjadi Paskibraka di istana negara tahun ini. 

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
Amelda Devi/TribunnewsSultra.com
Pembina Paskibraka SMA Negeri 1 Kendari, Nurhaena. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pembina Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) SMA Negeri 1 Kendari, Nurhaena bangga melihat muridnya menjadi Paskibraka di istana negara tahun ini. 

Aditya Arya Anandtha Bahtiar merupakan siswa SMAN 1 Kendari tersebut menjadi salah satu perwakilan Sulawesi Tenggara pada Paskibraka HUT RI ke 76.

Bersama Ainun Jahria Ismail, yang merupakan siswi SMKN 3 Bau-bau, mereka tampil saat upacara, Selasa (17/8/2021) kemarin. 

"Yang pasti kami bangga Adit bisa sampai ke Istana Negara," kata Nena sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi melalui via telepon, Rabu (18/8/2021). 

Baca juga: Sosok Adit, Paskibraka di Istana Negara asal Sultra di Mata Orangtuanya: Sederhana, Pendiam, Hemat

Nena mengaku hingga saat ini belum mengetahui pasti posisi Adit berada di pasukan berapa kala menjadi Paskibraka

Sebab komunikasi yang terputus dengan Adit, lantaran Adit tidak bisa memegang handphone selama persiapan hingga Paskibraka selesai.

Kecuali pada saat Adit belajar online, itupun waktu memegang HP sangat dibatasi, setelah belajar online HP kembali diberikan kepada pembina. 

Profil Aditya Arya Anandtha Bahtiar, sosok Paskibraka 2021 asal Sulawesi Tenggara (Sultra) di Istana Merdeka, merupakan siswa SMA 1 Kendari.
Profil Aditya Arya Anandtha Bahtiar, sosok Paskibraka 2021 asal Sulawesi Tenggara (Sultra) di Istana Merdeka, merupakan siswa SMA 1 Kendari. (kolase foto (handover))

Kali ini menurutnya sulit mendapatkan komunikasi, berbeda dengan dulu yang lebih mudah peroleh informasi karena orangtua hadir langsung di lapangan. 

"Saya tidak terlalu tahu persis karena terputusnya komunikasi dengan pihak nasional, tidak ada komunikasi dengan Adit. Jadi saya dapat info dari orangtua Adit," ujarnya. 

Rasa bangga itu tetap dirasakan Nena, meskipun info yang didapat dari orangtua Adit, posisi yang diharapkan yakni Adit masuk dalam pasukan 8 itu tidak tercapai. 

Baca juga: Sosok Paskibraka Konawe Utara, Anak Petani Pembawa Baki Upacara HUT RI Tingkat Sulawesi Tenggara

Menurutnya tidak mengapa tak masuk dalam pasukan 8, karena memang persaingan di pusat sungguh sangat berat. 

"Bukan berarti dari Sultra tidak bisa, tapi insya Allah bisa ke depannya, yang pasti kami bangga," ucap Nena. 

Nena berharap setelah Adit pulang nanti, ilmu yang didapatkan selama di Jakarta bisa diberikan kepada adik-adiknya lagi untuk persiapan Paskibraka tahun berikutnya. 

"Siapa tahu Insya Allah tahun kedepannya SMAN 1 Kendari bisa kembali lagi menjadi perwakilan Sultra di Istana Negara," ujarnya. 

Meskipun Nena beranggapan itu sulit terjadi karena adanya persaingan, namun hal itu dikembalikan lagi kepada kemampuan dan skill para siswa.

"Kami selalu berusaha untuk bisa ke istana negara walaupun itu ada persaingan. Apa yang kami inginkan tentu sekolah lain juga menginginkannya, tapi kembali lagi dari segi kemampuan dan skill anak-anak," tutupnya. (*) 

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved