Breaking News:

Pejabat Sultra Tersangka

Kalah Praperadilan, Kejati Sulawesi Tenggara Libatkan KPK Jerat Kembali Direktur PT Toshida

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara ( Kejati Sultra) melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjerat Direktur PT Toshida Indonesia.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Fadli Aksar
(TribunnewsSultra.com/Fadli Aksar)
Kepala Kejati Sultra Sarjono Turin (kedua dari kiri). Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara ( Kejati Sultra) melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjerat kembali Direktur PT Toshida Indonesia La Ode Sinarwan Oda. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara ( Kejati Sultra) melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjerat kembali Direktur PT Toshida Indonesia La Ode Sinarwan Oda.

Tak hanya itu, Kejati Sultra juga menggandeng Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup atau KLHK dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan atau BPKP.

Pelibatan sejumlah lembaga itu, setelah sebelumnya kalah dalam gugatan Praperadilan Direktur PT Toshida Indonesia La Ode Sinarwan Oda.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengabulkan Praperadilan Direktur Utama atau Dirut PT Toshida Indonesia, La ode Sinarwan Oda.

PN Kendari menganulir status tersangka Dirut Toshida Indonesia yang sebelumnya ditetapkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

Setelah putusan tersebut, Kejati Sultra bakal menerbitkan surat perintah penyidikan atau sprindik baru.

Kepala Kejati Sultra Sarjono Turin mengatakan, mereka langsung mengevaluasi petikan putusan hakim Pengadilan Negeri Kendari setelah kalah Praperadilan.

Baca juga: PN Kendari Anulir Status Tersangka Dirut PT Toshida, Kejati Sultra Bakal Terbitkan Sprindik Baru

Penyidik pun telah selesai mengevaluasi petikan putusan Praperadilan itu, sehingga telah menerbitkan penyidikan umum.

"Kami menggandeng KPK, BPKP, dan Kementerian Kehutanan terkait untuk melakukan (perhitungan) kerugian keuangan negara," kata Sarjono Turin dalam saat konferensi pers di Kantor Kejati Sultra, Jumat (13/8/2021).

Sarjono menjelaskan, penyidik akan berupaya kembali menjerat La Ode Sinarwan Oda setelah memperbaiki putusan Praperadilan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved