Lawan Covid19
Cara Mendapatkan Kuota Internet Gratis PAUD, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, Siswa, Mahasiswa, Dosen
Simak cara mendapatkan kuota internet gratis bagi murid PAUD dan SD, pelajar SMP, siswa dan guru SMA sederajat, mahasiswa dan dosen perguruan tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/bantuan-paket-kuota-data-internet-2021.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Simak cara mendapatkan kuota internet gratis bagi murid PAUD dan SD, pelajar SMP, siswa dan guru SMA sederajat, mahasiswa dan dosen perguruan tinggi.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi atau Kemendikbud Ristek akan memberikan bantuan kuota data internet tahun 2021 secara gratis.
Bantuan paket data internet tersebut akan disalurkan pada tanggal 11-15 September, 11-15 Oktober, dan 11-15 November 2021, dan berlaku selama 30 hari sejak diterima.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi atau Plt Kapusdatin Kemendikbud Ristek, Muhammad Hasan Chabibie, saat diskusi FMB9 ID.
“Mulai bulan depan, pemerintah akan melanjutkan proses distribusi tambahan bantuan kuota data internet senilai Rp2,3 triliun bagi 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen,” katanya, Kamis (12/8/2021).
Baca juga: Bakal Dicairkan Mulai September 2021, Simak Cara Dapatkan Bantuan Kuota Internet dan UKT
Menurutnya, pemerintah memastikan program lanjutan kuota internet gratis tersebut untuk menjamin pendidikan berkualitas dapat terus terlaksana di masa pandemi Covid-19.
Hasan menjelaskan terdapat pembaruan data penerima bantuan paket data internet bagi murid PAUD dan SD, pelajar SMP, siswa dan guru SMA sederajat, serta mahasiswa dan dosen perguruan tinggi.
Untuk itu, Hasan mengimbau agar masing-masing sekolah untuk memperbarui data penerima melalui Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak atau SPTJM di laman kuota-belajar.kemendikbud.go.id.
“Karena dipastikan ada pembaruan data terkait jumlah penerima bantuan kuota. Satuan pendidikan bisa mengunduh SPTJM di laman Kemendikbud untuk mengupdate jumlah penerima kuota tersebut,” jelas Hasan.
Sebagai informasi, Mendikbud Ristek Nadiem Makarim mengumumkan bahwa pemerintah akan menyalurkan Rp2,3 triliun untuk program bantuan kuota data internet bagi 26,8 juta pelajar, siswa, mahasiswa, guru, dan dosen.
Kuota internet belajar dari Kemendikbudristek terdiri dari 7 GB untuk murid PAUD, 10 GB untuk pelajar SD dan sekolah menengah, 12 GB untuk pendidik jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan menengah, serta 15 GB untuk dosen dan mahasiswa.
Satuan pendidikan bisa mengakses kuota-belajar.kemendikbud.go.id untuk mengunduh SPTJM hingga 28 Agustus 2021.
Sementara untuk masa unggah SPTJM berakhir pada 31 Agustus 2021 mendatang.
Nantinya bantuan kuota akan dikirimkan ke nomor telepon seluler atau ponsel penerima yang terdaftar pada SPTJM.
Sambut Bantuan Kuota Internet
Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Sultra Belum Dapat Terlaksana, Dikbud: Tunggu Keputusan Satgas Covid-19
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Danang Hidayatullah meminta pemerintah memetakan daerah yang masih sulit menjangkau akses internet.
Hal tersebut disampaikan seiring rencana pemerintah melalui Kemendikbud Ristek untuk melanjutkan bantuan kuota internet gratis untuk siswa dan guru.
“Bahwa program bantuan kuota internet ini diperuntukkan untuk siswa dan guru di seluruh Indonesia, maka diharapkan pemerintah bisa memetakan daftar wilayah yang masih memiliki kesulitan dalam jangkauan akses internet agar ditingkatkan infrastrukturnya,” katanya.
Hal tersebut agar program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bisa berjalan maksimal dan dimanfaatkan baik oleh seluruh siswa dan guru.
Sedangkan, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, menyambut baik rencana bantuan kuota internet oleh Kemendikbud Ristek.
Menurut Erzaldi, program lanjutan bantuan kuota internet tersebut merupakan bentuk dukungan bagi tenaga pendidik dan siswa.
Oleh karena itu, ia berharap bantuan ini bisa membuat peningkatan kinerja sesuai perkembangan zaman.
“Bantuan kuota internet untuk PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh, red) memang dibutuhkan di masa pandemi ini,” kata Erzaldi dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 secara virtual, Kamis (12/8/2021).
Selain itu, bantuan tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan untuk bersikap adaptif agar meningkatkan kemampuan diri mengikuti perkembangan zaman dengan pola pikir terbuka.
Khususnya dalam situasi yang menuntut perubahan seperti saat ini.
Erzaldi menambahkan khusus di Provinsi Bangka Belitung, secara berkala guru mendapatkan pembelajaran dan pelatihan, agar dapat melakukan pengajaran secara inovatif dan kreatif.
Baca juga: PPKM Level 3 Kendari, Dikmudora Bolehkan Siswa dan Guru Belajar Tatap Muka di Sekolah Selama 2 Jam
Pihaknya juga berharap program bantuan itu bisa menjangkau daerah yang belum mendapatkan akses internet maksimal di wilayahnya.
“Berbagai program untuk peningkatan PJJ dan pelatihan bagi guru terus dilakukan Pemprov Babel. Oleh karena itu, diharapkan bantuan kuota internet ini bisa memaksimalkan kualitas internet yang belum merata dibeberapa daerah di Babel. Sebab, dukungan koneksi yang maksimal sangat dibutuhkan dalam PJJ saat ini,” jelasnya.
Sebelumnya, Plt Kapusdatin Kemendikbud Ristek, M Hasan Chabibie, menyebut, pemerintah juga telah meminta bantuan provider dalam hal penguatan kualitas layanan dalam program lanjutan bantuan kuota internet tersebut.
Akselerasi dan penguatan sinyal juga dilakukan pemerintah, berdasarkan peta koneksi yang ada.
Sedangkan bagi peserta didik, guru atau sekolah yang memiliki kendala sarana teknologi, pemerintah tengah menyiapkan program bantuan laptop kepada sekolah serta pengadaan perangkat penunjang materi PIK (Pengantar Instalasi Komputer).
Pemerintah juga mendorong kolaborasi masyarakat, serta alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai bagian solusi masalah tersebut.(*)
(Tribunnews.com/ Fandi Permana)