Breaking News:

OJK Sultra

OJK Sultra Beri Imbauan Penggunaan Layanan Mesin ATM Guna Perlindungan Nasabah & Konsumen

OJK Sultra beri imbauan kepada nasabah atau konsumen untuk menggunakan layanan mesin ATM dalam rangka perlindungan konsumen.

Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
Amelda Devi/TribunnewsSultra.com
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Arjaya Dwi Raya. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tenggara (OJK Sultra) beri imbauan untuk layanan penggunaan mesin ATM dalam rangka perlindungan nasabah dan konsumen.

Pasalnya beberapa waktu lalu, sehubungan dengan pemberitaan atau informasi berupa video yang beredar di masyarakat terkait dengan layanan mesin ATM salah satu bank di wilayah Sulawesi Tenggara

Kejadian yang terekam dalam video yang beredar, murni ketidakpahaman dari nasabah dan tidak ada niat dari nasabah untuk melakukan kerusakan terhadap mesin ATM.

Baca juga: Video Viral Pengganjal ATM, Klarifikasi Bank Mandiri: Itu Tanda Tak Bisa Transaksi Penarikan Tunai

Berdasarkan rilis OJK yang diterima TribunnewsSultra.com, Senin (9/8/2021), OJK Sultra telah melakukan klarifikasi kepada Bank.

Diketahui Bank yang bersangkutan telah melakukan klarifikasi dan penjelasan kepada nasabah atau konsumen terkait dengan operasional mesin ATM. 

Foto tangkapan layar video klarifikasi, seorang teknisi di Bank Mandiri Kendari, sedang menjelaskan kegunaan pengganjal pada mesin ATM.
Foto tangkapan layar video klarifikasi, seorang teknisi di Bank Mandiri Kendari, sedang menjelaskan kegunaan pengganjal pada mesin ATM. (Handover)

Kepala OJK Sultra, Arjaya Dwi Raya, mengatakan nasabah dapat menerima penjelasan bank dengan baik dan selanjutnya permasalahan tersebut telah dianggap selesai.

"Berdasarkan penjelasan pihak Bank, ATM dengan keadaan mesin uang tertutup atau terkunci dengan pengaman berwarna merah adalah salah satu bentuk mitigasi yang terjadi jika dispenser mesin bergeser (Problem Cash Handler), sehingga pengaman Plat ATM secara otomatis menutup. Hal ini bukan merupakan tindakan yang disengaja untuk melakukan kejahatan," jelasnya. 

Ia menyampaikan bagi masyarakat yang menemukan kendala dalam menggunakan mesin ATM, agar tetap tenang dan tidak panik dan selanjutnya dapat menghubungi kontak resmi bank untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Selanjutnya OJK mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga kerahasiaan data-data personal atau sensitif seperti Personal Identification Number (PIN), One-Time Password (OTP) yang biasanya diinformasikan melalui nomor seluler nasabah atau konsumen terkait otorisasi transaksi.

Baca juga: Goes To Campus, KLC OJK Sultra Edukasi Perlindungan Konsumen atas Investasi Bodong ke Mahasiswa UHO

Serta Card Verification Value (CVV), Card Verification Code (CVC) atau Card Security Code (CSC), yaitu 3 digit angka terakhir yang terdapat pada bagian belakang kartu kredit atau debit. 

Begitupun dengan mengganti PIN kartu ATM dalam periode tertentu, dalam rangka meminimalisir terjadinya resiko kejahatan dalam pemakaian layanan perbankan.

Kelalaian keamanan atas data-data personal atau sensitive tersebut merupakan tanggung jawab dari nasabah maupun konsumen atau risiko yang akan ditanggung oleh nasabah maupun konsumen jika diabaikan.

Selain itu, pihaknya meminta kepada seluruh Bank atau PUJK untuk proaktif melakukan edukasi kepada nasabah maupun konsumen secara berkelanjutan.

"Khususnya terkait mekanisme pengaduan apabila mengahadapi kendala dalam penggunaan produk atau layanan yang diberikan oleh bank," tutupnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriani) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved