Berita Sulawesi Tenggara

50 Anggota Paskibraka Sulawesi Tenggara Jalani Pemusatan Latihan, Didampingi TNI/Polri/ Tim Medis

Sebanyak 50 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini tengah menjalani pemusatan latihan.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Fadli Aksar
Dok.Tribunnewssultra.com/Muh. Ridwan Kadir
Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sultra Muhammad Aris saat diwawancarai terkait persiapan seleksi Paskibraka 2021, Jumat (12/3/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 50 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka Sulawesi Tenggara (Sultra) saat ini tengah menjalani pemusatan latihan.

Anggota Paskibraka tersebut berasal dari berbagai utusan 17 kabupaten maupun kota di Sultra.

Pelatihan dimulai sejak 1 Agustus hingga 16 Agustus 2021.

Kepala bidang (Kabid) Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga atau Dispora Sultra, Muhammad Aris mengatakan, dari 50 orang yang terpilih tersebut, nantinya dalam penugasan akan dibagi ke dalam dua kelompok.

"25 orang bertugas pagi (pengibaran). Serta 25 orang betugas sore (penurunan)," ucapnya saat ditemui di Plaza Kubra, Senin (2/8/2021).

Halaman Kantor Gubernur Sultra menjadi tempat latihan para anggota Paskibraka dengan jadwal 2 kali latihan per hari.

Aris juga menjelaskan, anggota Paskibraka nantinya akan didampingi oleh pelatih dari empat matra TNI maupun Polri.

"Pelatihnya 2 orang dari Korem 143 Haluoleo, satu dari Polri, terus satu dari TNI Angkatan Laut, dan satu dari Angkatan Udara," ujar Aris.

Baca juga: Gubernur Ali Mazi Lepas 2 Anggota Paskibraka Nasional Utusan Sulawesi Tenggara ke Istana Negara

Baca juga: Anggaran Seleksi Paskibraka Minim, Diskepora Sultra Akan Ajukan Penambahan

Lanjutnya, selain dilatih oleh TNI/POLRI, mereka juga akan didampingi oleh tenaga medis dan sebelas orang dari Purna Paskibraka.

"Jadi dia mendampingi siang malam adik-adik Paskibraka. Mulai dari tidurnya, bangunnya sampai tidur kembali mereka akan dikontrol terus oleh Purna Paskibraka," imbuhnya.

Selama masa pelatihan mereka tidak diperbolehkan untuk dikunjungi keluarga.

Penggunaan handphone pun dibatasi hanya dalam waktu tertentu yang diperbolehkan.

Aris menyebut komunikasi yang terjalin hanya pada saat hari minggu itupun nantinya akan diberikan batas waktu untuk menelpon keluarganya masing-masing

"Handphonenya kami simpan, jadi tidak ada yang berkomunikasi dengan keluarga. Mereka hanya berkomunikasi dengan pelatih saja," imbuhnya.

Terkait protokol kesehatan kata Aris, panitia menyiapkan minimal tiga buah masker perhari dan hand sanitizer kepada para peserta, serta setiap pulang dari pelatihan kamarnya selalu disemprot dengan cairan disinfektan.

Upacara bendera 17 Agustus 2021 mendatang akan berlangsung secara normal di lapangan halaman Kantor Gubernur Sultra Jl Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.(*)

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved