Lawan Covid19
Ketua IDI Sultra Ajak Masyarakat Ikut Vaksinasi: Angka Kematian Usai Vaksin Jauh Lebih Rendah
Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sulawesi Tenggara atau IDI Sultra dr La Ode Rabiul Awal mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Fadli Aksar
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sulawesi Tenggara atau IDI Sultra dr La Ode Rabiul Awal mengajak masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19
Selain membantu pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19, vaksinasi juga membuat angka kematian setelah terpapar virus corona jauh lebih rendah.
dr La Ode Rabiul Awal mengatakan, dalam beberapa uji klinis untuk berbagai merek dan platform, efikasi vaksin beragam, mulai dari 60, 70, dan bahkan 90 persen.
Meski begitu, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kemenkes, vaksinasi Covid-19 sangat penting untuk mencegah kematian.
"Angka kematian akibat infeksi Covid-19 saat ini capai 90-94 persen bagi masyarakat yang belum divaksinasi," tutur Dokter Wayong-sapaan dokter La Ode Rabiul Awal melalui WhatsApp Messenger, Kamis (29/7/2021).
Lebih lanjut, dokter bedah ini mengatakan, vaksinasi penting untuk mencapai kekebalan kelompok.
Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 di Sultra Tersisa 10.880 Dosis, Dinkes Sebut Belum Bisa Penuhi Target Vaksinasi
Namun, kekebalan kelompok atau herd immunity harus mencapai 70-80 persen dari populasi warga yang divaksinasi.
Bila syarat populasi orang divaksin belum tercapai, maka masyarakat yang telah divaksinasi sekalipun pun masih tetap rentan terpapar Covid-19, apalagi warga yang belum vaksinasi.
"Untuk itu baik masyarakat yang telah divaksin maupun yang belum divaksinasi tetap harus menerapkan atau menjalankan protokol kesehatan atau prokes yang ketat," beber dr La Ode Rabiul Awal saat dihubungi melalui WhatsApp Messenger, Kamis (29/9/2021).

Berdasarkan update vaksinasi Covid-19 di Indonesia dari total sasaran 208.265.720 penduduk total vaksinasi tahap I sebanyak 45.012.649 (21.61%) sementara untuk total vaksinasi tahap II sebanyak 18.367.098 (8.82%).
"Ada beberapa negara di eropa yang telah mengumumkan bebas masker (bersyarat), dengan cakupan vaksinasi pada negara tersebut di atas 50 persen, itulah pentingnya masyarakat lakukan vaksinasi," tutupnya.
Baca juga: Seratusan Mahasiswa dari Berbagai Kampus di Kendari Vaksinasi Covid-19 di Mapolda Sulawesi Tenggara
Protokol Kesehatan Ketat
Ahli Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo (UHO), Ramadhan Tosepu mengatakan efikasi vaksin itu sendiri belum ada yang seratus persen.
"Pada prinsipnya seseorang yang telah divaksin apabila terpapar Covid-19 dampaknya terhadap virus tidak begitu besar berbeda dengan belum divaksin," katanya.
Sehingga, kata Ramadhan, dengan seseorang divaksin maka tingkat kesembuhan akan lebih besar.
Tujuan dari vaksin, menurut Ahli Kesmas UHO itu, agar virus yang masuk ke dalam tubuh bisa dapat dikenali.
"Supaya daya tahan tubuh kita itu bisa jauh lebih kuat," ucap Ramadhan.
Ramadhan mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, agar penyebaran Covid-19 berhenti.(*)
(TribunnewsSultra/Muh Ridwan Kadir)