Covid19 Kendari

Sepekan Buka Layanan Isoman, IDI Sulawesi Tenggara Bantu Pasok Obat dan Vitamin ke Ratusan Warga

Ikatan Dokter Indonesia Sulawesi Tenggara ( bukan sy admin) telah melayani 314 warga yang tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Fadli Aksar
Handover
Satgas Covid-19 IDI Sultra. Ikatan Dokter Indonesia Sulawesi Tenggara ( IDI Sultra) telah melayani 314 warga yang tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Ikatan Dokter Indonesia Sulawesi Tenggara ( IDI Sultra) telah melayani 314 warga yang tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman) di rumah.

Jumlah itu tercatat setelah sepekan membuka layanan Isoman melalui Satgas Covid-19 IDI Sultra.

Pelayanan isoman itu berupa pemberian obat dan vitamin kepada 314 warga yang terpapar Covid-19.

Ketua Satgas Covid-19 IDI Sultra dr Agus Purwo Hidayat mengatakan, pelayanan ini sesuai dengan disiplin keilmuan, yang disupport langsung oleh dokter spesialis paru, penyakit dalam, anak, dan kebidanan/kandungan.

"Inisiatif ini lahir karena melihat kasus Covid-19 yang terus meningkat khususnya di Kota Kendari & sekitarnya,” ujar dr Agus Purwo Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/7/2021).

IDI Sultra tidak sendiri, mereka turut menggandeng Satgas Covid-19 Sultra, Kimia Farma Kendari, hingga masyarakat berperan menyukseskan program ini.

Baca juga: 4 Mahasiswa UIN Surabaya Sempat Isoman di Kendari, KKN Nusantara di Konsel Setelah Negatif Covid-19

Baca juga: Gubernur Sultra Ali Mazi Teken SK Pencairan Gaji Tenaga Kesehatan Pusat Isolasi Mandiri Covid-19

Mereka memberi bantuan obat-obatan, multivitamin, dan sumbangan sukarela lainnya yang disalurkan melalui Satgas Covid-19 IDI Sultra.

Satgas Covid-19 IDI Sultra selanjutnya memasok bantuan tersebut langsung ke rumah warga setelah menerima hotline yang dikelola secara mandiri.

Ketua IDI Sultra dr La Ode Rabiul Awal mengatakan, layanan jasa konsultasi dan pendistribusian obat ini dibentuk karena kasus Covid-19 di Kota Kendari melonjak.

Sehingga .elalui berbagai diskusi membentuk tim dokter khusus yang tergabung dalam program isolasi mandiri ini.

“Kita tetap on the track, demi mentaktisi ketersediaan jumlah bed yang terbatas di rumah sakit, maka kita butuh solusi yang tepat. Dan program isolasi mandiri ini adalah jawabannya, dari nakes dan masyarakat pun antusias,” ujarnya.

IDI Sultra berharap masyarakat mendapat manfaat dari program isolasi mandiri.

"Mari kita saling mengingatkan, saling menguatkan, saling mendoakan," katanya.(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved