Berita Sulawesi Tenggara

Jelang Perayaan Idul Adha 2021, Distanak Sulawesi Tenggara Cek Kesehatan 5 Ribu Ekor Sapi Kurban

Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Tenggara memeriksa kesehatan 5.000 ekor sapi kurban jelang Perayaan Idul Adha 2021.

Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Laode Ari
Muhammad Ridwan Kadir/Tribunnewssultra.com
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulawesi Tenggara Laode Muh Jabal. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Tenggara memeriksa kesehatan 5.000 ekor sapi kurban jelang Perayaan Idul Adha 2021.

Hewan kurban tersebut diperiksa untuk didistribusikan pada Hari Raya Idul Adha. 

Baca juga: Jelang Hari Raya Idul Adha, Dompet Dhuafa Rekrut Relawan untuk Pemotongan hingga Distribusi Kurban  

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Sulawesi Tenggara, Laode Muh Jabal mengatakan pemeriksaa tersebut untuk menjamin kesehatan sapi sebelum dipotong. 

Tentunya kesehatan hewan kurban itu menjadi perhatian utama. 

"Nantinya Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara akan melakukan pengecekan kesehatan sebelum sapi kurban akan disembelih," ucap Jabal saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (7/7/2021).

Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara bertempat di Jl Pertanian No 3, Kelurahan Kadia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Jabal menyebut terkait dengan kebutuhan atau stok hewan kurban khususnya sapi melebihi ketersediaan.

Bahkan ada hewan kurban didistribusikan ke luar daerah karena adanya permintaan.

"Sapi yang tersedia di Sultra saat ini kebanyakan berasal dari Kabupaten Muna," ujar Jabal.

Baca juga: PP Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 1442 H Jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021

Baca juga: Kemenag Sulawesi Tenggara Tiadakan Salat Idul Adha di Wilayah Zona Merah dan Zona Oranye Covid-19

Jabal menyebut belum ada data berapa ekor sapi yang akan disembelih nantinya saat kurban nanti.

Namun menurut Jabal, usai pemotongan kurban tiap daerah di Sulawesi Tenggara baik kabupaten dan kota akan melaporkan jumlah hewan yang disembelih.

Sehingga dengan begitu Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara bisa mendapat data yang akurat mengenai jumlah hewan kurban tersebut.

"Stok atau ketersediaan sapi di wilayah Sulawesi Tenggara secara keseluruhan pada 2021 belum ada data pastinya, hal itu karena belum ada data statistiknya," kata Jabal.

Sementara itu terkait dengan harga sapi lokal berada pada kisaran Rp15-17 juta per ekornya.

Sedangkan untuk sapi impor berkisar Rp100 jutaan.

Dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro maka harga sapi pun ikut meningkat namun peningkatan tersebut tak signifikan yaitu berkisar Rp100-200 ribu.

"Saya berharap kepada para peternak sapi khususnya yang akan menjadi hewan kurban, kedepannya lebih memperhatikan lagi terkait kesehatannya agar apa yang diberikan kepada masyarakat merupakan hewan kurban yang mempunyai kualitas yang baik," ujarnya.

(TribunnewsSultra.com/Muh Ridwan Kadir)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved