Berita Sulawesi Tenggara
Jelang Perayaan Idul Adha 2021, Distanak Sulawesi Tenggara Cek Kesehatan 5 Ribu Ekor Sapi Kurban
Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Tenggara memeriksa kesehatan 5.000 ekor sapi kurban jelang Perayaan Idul Adha 2021.
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Laode Ari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/kepala-bidang-peternakan-dan-kesehatan-hewan.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Tenggara memeriksa kesehatan 5.000 ekor sapi kurban jelang Perayaan Idul Adha 2021.
Hewan kurban tersebut diperiksa untuk didistribusikan pada Hari Raya Idul Adha.
Baca juga: Jelang Hari Raya Idul Adha, Dompet Dhuafa Rekrut Relawan untuk Pemotongan hingga Distribusi Kurban
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Sulawesi Tenggara, Laode Muh Jabal mengatakan pemeriksaa tersebut untuk menjamin kesehatan sapi sebelum dipotong.
Tentunya kesehatan hewan kurban itu menjadi perhatian utama.
"Nantinya Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara akan melakukan pengecekan kesehatan sebelum sapi kurban akan disembelih," ucap Jabal saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (7/7/2021).
Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara bertempat di Jl Pertanian No 3, Kelurahan Kadia, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Jabal menyebut terkait dengan kebutuhan atau stok hewan kurban khususnya sapi melebihi ketersediaan.
Bahkan ada hewan kurban didistribusikan ke luar daerah karena adanya permintaan.
"Sapi yang tersedia di Sultra saat ini kebanyakan berasal dari Kabupaten Muna," ujar Jabal.
Baca juga: PP Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 1442 H Jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021
Baca juga: Kemenag Sulawesi Tenggara Tiadakan Salat Idul Adha di Wilayah Zona Merah dan Zona Oranye Covid-19
Jabal menyebut belum ada data berapa ekor sapi yang akan disembelih nantinya saat kurban nanti.
Namun menurut Jabal, usai pemotongan kurban tiap daerah di Sulawesi Tenggara baik kabupaten dan kota akan melaporkan jumlah hewan yang disembelih.
Sehingga dengan begitu Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara bisa mendapat data yang akurat mengenai jumlah hewan kurban tersebut.
"Stok atau ketersediaan sapi di wilayah Sulawesi Tenggara secara keseluruhan pada 2021 belum ada data pastinya, hal itu karena belum ada data statistiknya," kata Jabal.
Sementara itu terkait dengan harga sapi lokal berada pada kisaran Rp15-17 juta per ekornya.
Sedangkan untuk sapi impor berkisar Rp100 jutaan.