Sabtu, 11 April 2026

Perawat di Garut Dipukul saat Tangani Pasien Covid-19 hingga Alami Memar pada Rahang

Kasus penganiayaan terhadap tenaga kesehatan (nakes) terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Rabu (23/6/2021) petang.

Tayang:
Editor: Sugi Hartono
zoom-inlihat foto Perawat di Garut Dipukul saat Tangani Pasien Covid-19 hingga Alami Memar pada Rahang
Handover
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Kasus penganiayaan terhadap tenaga kesehatan (nakes) terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Rabu (23/6/2021) petang.

Perawat di Puskesmas Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk itu menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh keluarga pasien.

Kejadian tersebut pun telah dikonfirmasi Kepala Puskesmas Pameungpeuk Tuti Sutiah.

"Ya benar kejadiannya malam tadi," kata Tuti Sutiah kepada TribunJabar.id, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Dua Mahasiswa Ditangkap Atas Kasus Pembuatan Ijazah Palsu: Telah Raup Keuntungan hingga Rp 86 Juta

Diterangkan, pelaku melakukan pemukulan karena kesal menunggu korban yang sedang mempersiapkan diri memakai APD lengkap.

Adapun korban disebut telah mengikuti prosedur lantaran pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

"Perawat sudah sesuai prosedur karena pasiennya terkonfirmasi Covid-19," ungkapnya.

Menurutnya, permasalahan tersebut saat ini sudah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut.

"Kami sudah berkoordinasi dan melimpahkan permasalahan ini kepada Dinas Kesehatan dan Satgas," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Catat 20 Ribu Kasus Baru Covid-19 per Kamis, 24 Juni 2021: Total Ada 171 Ribu Kasus Aktif

Kronologi kejadian

Secara terpisah, Camat Pameungpeuk Tatang Suryana menerangkan kronologi pemukulan perawat tersebut.

Dikatakan, awalnya orangtua pelaku terkonfirmasi positif Covid-19 dan dibawa menggunakan ambulans desa ke puskesmas.

Saat tiba di puskesmas pasien harus menunggu terlebih dulu di dalam ambulans, sementara nakes bersiap diri dengan memakai hazmat terlebih dulu.

"Petugas kesehatan terlebih dahulu memakai baju hazmat sesuai dengan SOP, kemudian naik ranjang dan sudah beres si anaknya memukul dengan alasan terlalu lama memakai baju APD," ucapnya.

Baca juga: KPK Terapkan Pembatasan Kerja di Kantor Setelah 36 Pegawai Dinyatakan Positif Covid-19

Menurut Tatang, pelaku juga sempat memarahi korban dengan mempertanyakan alasan memakai APD lengkap.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved