Gibran Tinggalkan Mobil Dinas di Makam, Akui Tak Ada Pesan Tersembunyi: Ketinggalan, Nanti Diambil
Gibran meninggalkan mobil dinasnya di area makam di TPU Cemoro Kembar Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Baru-baru ini tindakan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, meninggalkan mobil dinasnya di sebuah makam menjadi sorotan.
Diketahui, Gibran meninggalkan mobil dinasnya di area makam di TPU Cemoro Kembar Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.
Sebelumnya, terdapat kasus perusakan makam di area tersebut.
Baca juga: 12 Makam di Solo Dirusak Anak-anak, Wali Kota Gibran Geram: Ini Melibatkan Anak Umur 3-12 Tahun
Sehingga Gibran datang untuk melihat langsung.
Gibran diduga sengaja meninggalkan mobil dinasnya di lokasi perusakan makam.
Menurut warga, sudah dua hari mobil dinas Gibran terpakir setelah Wali Kota Solo itu meninjau makam yang dirusak.
Putra sulung Presiden Jokowi ini diduga sengaja meninggalkan mobil dinasnya agar kejadian serupa tak terulang kembali.
Baca juga: Tak Hanya Dimakan, Anjing di Solo Juga Diambil Kulitnya untuk Bikin Kok Badminton: Gibran Didesak
Gibran mengatakan akan mengambil kembali mobil dinasnya setelah masalah perusakan makam selesai.
"(Mobil dinas) Tak taruh makam Mojo, keri neng kono (ketinggalan di sana)."
"Nanti kalau sudah beres tak ambil lagi mobilnya," ujar Gibran pada wartawan, Selasa (22/6/2021), dikutip dari YouTube Kompas TV.
Diberitakan TribunJateng.com, Gibran mengaku tak ada pesan khusus terkait meninggalkan mobil dinasnya.
"Pesan apa? La wong pesan ya tinggal WA (Kalau pesan ya tinggal WhatsApp). Pesan kok ninggali (meninggalkan) mobil," ungkap dia.
Baca juga: Kadin Sultra Vaksinasi 1.400 Pelaku UMKM dan Masyarakat 30 Juni, Disaksikan Presiden Joko Widodo
Saat ditanya apakah mobil yang diparkir itu lantaran terkait pesan untuk masyarakat agar lebih berhati-hati, Gibran pun membantah.
"Tidak ada. Masak parkir mobil harus hati-hati," jelasnya.
Diketahui, Gibran juga pernah memarkir mobil yang sama di Kantor Kelurahan Gajahan beberapa waktu lalu.
Mobil itu diparkir setelah dia mencopot Lurah Gajahan yang menandatangani surat penarikan infak kepada pedagang di kawasan Pasar Kliwon.
Peristiwa Perusakan Makam
Sebelumnya, terjadi perusakan belasan makam di TPU Cemoro Kembar Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon.
Gibran lalu melakukan peninjauan terhadap makam tersebut, Senin (21/6/2021).
Ia mengatakan, pelaku perusak 12 makam akan ditindak dan diproses hukum meski masih anak-anak.
Baca juga: Gubernur Sultra Ali Mazi Jamin Munas Kadin Berjalan Aman, Sebut Covid-19 Sudah Melandai
Gibran juga akan menutup tempat pembelajaran informal para pelaku yang merusak makam tersebut.
Sebab, tindakan merusak makam itu sebagai bentuk intoleransi yang diajarkan oleh lembaga nonformal di kawasan itu.
“Untuk makam kemarin saya serahkan saja ke Pak Kapolres,” kata Gibran kepada TribunSolo.com, Selasa (22/6/2021).
“Biar ditangani langsung oleh pihak Kapolres,” jelasnya.
Dia menekankan, lembaga tempat anak-anak bernaung tersebut akan ditutup.
“Harusnya sih langsung ditutup. Itu tidak berizin, sudah saya serahkan ke Kapolres biar di-handle beliau,” bebernya.
(Tribunnews.com/Nuryanti) (TribunJateng.com/Muhammad Sholekan) (TribunSolo.com/Azhfar Muhammad Robbani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gibran Diduga Sengaja Tinggalkan Mobil Dinas di Lokasi Perusakan Makam: Pesan Kok Ninggali Mobil