12 Makam di Solo Dirusak Anak-anak, Wali Kota Gibran Geram: Ini Melibatkan Anak Umur 3-12 Tahun
Perusakan itu terjadi di TPU Cemoro Kembar Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Terjadi aksi perusakan belasan makam di Solo, Jawa Tengah.
Perusakan itu terjadi di TPU Cemoro Kembar Kampung Kenteng, Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon.
Aksi yang dilakukan oleh anak-anak itu membuat Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka kesal.
Baca juga: Anies Baswedan Sebut Covid-19 2021 Beda dari 2020 karena Varian Baru: Anak-anak Main di Rumah Saja
Gibran pun meninjau lokasi pada Senin (21/6/2021).
Menurut Gibran, ada 12 makam yang dirusak.
Pelaku perusakan makam akan ditindak dan diproses hukum meski masih anak-anak.
"Perusakan makam tidak bisa dibiarkan, ngawur sekali, apalagi melibatkan anak-anak,” terang dia kepada TribunSolo.com.
Baca juga: Gadis 18 Tahun asal Bogor Hilang Tinggalkan Pesan di Facebook, Ayah Kebingungan Cari ke Mana-mana
“Akan tetap diproses dan tidak bisa dibiarkan, apalagi melibatkan murid yang masih kecil usia 3 hingga 12 tahun," jelasnya.
Menurut Gibran semuanya baik penanggung jawab lembaga dan muridnya anak-anak yang masih di bawah umur harus ada pembinaan.
"Yang merusak makam dinilai sudah keterlaluan, apalagi melibatkan anak-anak, nanti segera diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.
Menurut dia, lembaga dan pengasuhnya sudah tidak benar segera ditutup saja untuk operasionalnya.
Baca juga: Gadis 20 Tahun Pegawai Warung Coto Tewas Tertabrak Ambulans, Korban adalah Anak Tunggal
“Anak-anaknya yang tidak benar nanti akan dilakukan pembinaan,” ungkapnya.
Kedatangan Gibran juga disambut Lurah Mojo, Margono.
Margono menjelaskan, lembaga yang menaungu anak-anak perusak makam bersedia untuk memperbaikinya.
"Sekolah menyanggupi akan memperbaiki kerusakan makam," jelasnya.