Ada Suara Tangisan, Warga Kaget Temukan Bayi Terbungkus Kain Taplak di Bawah Payung
Peristiwa temuan bayi menggegerkan warga di Dusun Ngrayu, Desa Kepohpandak, Kecamatan Kuterejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/ilustrasi-bayi-ilustrasi-bayi.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Peristiwa temuan bayi menggegerkan warga di Dusun Ngrayu, Desa Kepohpandak, Kecamatan Kuterejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Bayi tersebut ditemukan terbungkus kain taplak.
Sosok yang menemukan bayi itu adalah warga bernama Mirna.
Baca juga: Viral Video Ibu Muda Pukul hingga Dorong Wajah Bayi dengan Kaki, gara-gara Kesal Suami Sibuk
Mirna menemukan bayi itu di belakang rumah bibinya.
Ceritanya, dia mendengar ada suara tangisan bayi.
Setelah dilacak, suara tersebut bersumber dari tumpukan kayu bakar di belakang rumah bibinya yang bernama Suryati (58), Selasa (22/6/2021) subuh sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat didatangi dia mendapati sesosok bayi perempuan tanpa pakaian yang hanya ditutupi payung bekas.
Bayi malang tersebut dalam kondisi tergeletak di atas tumpukan kayu bakar di belakang rumah Suryati.
Baca juga: Datangi Kos Ngaku Mau Ngopi, Remaja Ini Rudapaksa Mantan Pacarnya Gadis Umur 16 Tahun
Penemuan bayi perempuan ini bermula saat keponakan Suryati bernama Mirna mendengar tangisan bayi di belakang rumah.
"Mirna mengira suara tangisan itu anak tetangga," kata Suryati kepada SURYAMALANG.COM.
Karena suara tangisan bayi itu semakin kencang, Mirna berupaya mencari sumber suara di belakang rumahnya.
Mata Mirna terbelalak saat melihat sesosok tubuh bayi tanpa pakaian tergeletak di atas tumpukan kayu bakar.
Mirna langsung mengambil bayi itu, dan diserahkan ke Suryati. Suryati segera mengambil taplak meja warna oranye untuk membalut tubuh mungil bayi perempuan itu.
Baca juga: Istri Sudah Nikah Lagi, Suami Rudapaksa Anak Kandung Umur 10 Tahun, Awalnya Nonton Film Dewasa
Kemudian Suryati melaporkan penemuan bayi perempuan itu ke aparat desa setempat.
"Kemudian bayi perempuan itu dibawa ke Puskesmas Kutorejo," ujarnya.