Guru SMP Diduga Penyuka Sesama Jenis Paksa Murid Laki-laki Berbuat Asusila, Alasan Bisa Bikin PD
Oknum guru SMP nekat memaksa murid laki-lakinya untuk berbuat asusila bersamanya di Padang Panjang.
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Oknum guru SMP nekat memaksa murid laki-lakinya untuk berbuat asusila bersamanya.
Kini pelaku diringkus Polres Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar).
Pelaku berinisial MS (33) melakukan aksinya pada Desember 2020 lalu.
Baca juga: Oknum Guru Ngaji Sodomi 10 Murid sejak 2016, Pakai Doktrin Ngawur soal Menyenangkan Pasangan
Ia dilaporkan orang tua korban pada Mei 2021.
MS ditangkap atas dugaan perbuatan tak senonoh terhadap siswanya yang masih di bawah umur.
Ia yang diduga penyuka sesama jenis, menyuruh murid laki-laki untuk masturbasi.
Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ferlyanto Pratama mengatakan, saat ini pihaknya telah mengamankan terduga pelaku.
"Unit II PPA Polres Padang Panjang telah mengamankan pelaku tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur," kata Iptu Ferlyanto, Senin (14/6/2021).
Baca juga: Dulu Pernah Dicabuli, Pemuda 28 Tahun Kini Sodomi Bocah Laki-laki Teman Main Game Online 10 Kali
Ia mengatakan, pelaku diamankan sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/105/V/REN.4.2./2021/SPKT UNIT II Polres Padang Panjang, tanggal 25 Mei 2021.
Dikatakannya, pelaku menyuruh korban untuk melakukan masturbasi di lingkungan sekolah.
"Awalnya pada Sabtu (26/12/2020) yang lalu, pelaku menghubungi korban lewat pesan Instagram," ujarnya.
Disebutkannya, pelaku meminta korban memvideokan alat kelamin sendiri di pesan Instragam.
"Pelaku beralasan kalau hal itu dapat meningkatkan percaya diri," ujarnya.
Namun, korban tak menuruti perintah sang guru. Murid tak mengirimkan video yang diminta pelaku.
Baca juga: Mahasiswa Rudapaksa Bayi 15 Bulan yang Diasuhnya, Awalnya Pangku Korban Sambil Nonton Film Dewasa
Selanjutnya, pada Minggu (27/12/2020), pelaku meminta korban datang ke asrama sekolah di Kecamatan Padang Panjang, Kota Padang Panjang.
Kata dia, pertemuan itu berlanjut ke kamar wali asrama dan pelaku mengajak korban untuk melakukan masturbasi.
"Pelaku mengatakan kalau masturbasi dapat meningkatkan percaya diri sehingga korban termakan bujukannya," katanya.
Ia mengatakan, pelaku pun melakukan aksi cabul dengan membantu korban melakukan masturbasi.
Kegiatan itu dilakukan beberapa kali. Setidaknya, pelaku mengajak korban melakukan masturbasi sebanyak 3 kali.
Satu kali di kamar wali asrama, dan 2 kali di ruangan kantor kepala sekolah pada tanggal 6 dan 16 Januari 2021.
Pelaku akhirnya ditangkap dan sekarang ditahan di tahanan Polres Padang Panjang.
"Pelaku dilakukan penahanan di Polres Padang Panjang pada Jumat (11/6/2021)," ujarnya.
Guru Ngaji Sodomi 10 Murid
Aksi bejat dilakukan oknum guru ngaji berinisial AH (30).
Pria di Sidoarjo, Jawa Timur, itu mencabuli 10 muridnya.
Semua korban adalah laki-laki dan menimba ilmu di rumah pelaku.
Baca juga: Guru Ngaji Ajak 6 Santri Laki-laki Menginap di Rumah, Ternyata Ujung-ujungnya Jadi Korban Sodomi
Perbuatan bejat pelaku itu sudah dilakukan selama bertahun-tahun, yakni sejak 2016.
Dalam melancarkan aksi bejatnya, pelaku memberikan doktrin dengan asumsi yang ngawur.
Selain itu, pelaku juga mengancam korbannya.
Dari sekitar 26 orang santri laki-laki yang menimba ilmu di rumah pelaku, sudah terungkap bahwa 10 di antaranya jadi korban.
Baca juga: Pemuda Delapan Kali Sodomi Bocah Laki-laki Umur 8 Tahun, Kepergok saat Lakukan di Toilet Masjid
Pasalnya, AH menjadikan rumah tinggalnya sebagai tempat belajar mengaji.
Di sana juga, ia melancarkan perbuatan tak senonoh itu.
Para korban pelecehan guru ngaji itu mengaku sudah bertahun-tahun dilecehkan oleh pelaku.
Ada yang tujuh kali, ada yang empat kali, dan sebagainya. Semua disodomi oleh pelaku.
"Pelecehan itu sudah sejak sekira tahun 2016. Beberapa santri jadi korban. Mereka disodomi oleh pelaku," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Jumat (11/6/2021).
Baca juga: Penjaga Rumah Sodomi 2 Bocah Laki-laki Termasuk Anak Majikan, Modus Ajarkan Pencak Silat
Para korban rata-rata berusia belasan tahun. Mereka berasal dari beberapa daerah, termasuk Sidoarjo dan sejumlah wilayah lain yang sedang nyantri di tempat pelaku.
Perbuatan bejat itu dilakukan di rumah pelaku. Korban didoktrin dengan asumsi ngawur terkait bekal berkeluarga.
Pelaku bilang ke para korban, dengan disodomi, kelamin korban bisa jadi besar. Sehingga saat berkeluarga nanti bisa menyenangkan pasangannya.
Selain itu, setiap kali beraksi, pelaku juga mengancam para korbannya.
"Diancam agar tidak menceritakan peristiwa itu kepada orang lain," lanjut kapolres.
Baca juga: Penjaga Rumah Sodomi 2 Bocah Laki-laki Termasuk Anak Majikan, Modus Ajarkan Pencak Silat
Terungkapnya perkara ini, bermula dari kecurigaan orangtua salah satu korban. Setelah ditanyakan ke anaknya dan ternyata benar, kemudian dilaporkan ke Polresta Sidoarjo.
Berdasar laporan itu, petugas melakukan penyelidikan, dan terungkaplah perkara ini.
Polisi juga sempat memeriksakan para korban, kebanyakan memang mengalami luka di bagian duburnya.
Pelaku juga sudah diamankan petugas. Dan dia juga sudah mengakui perbuatan bejatnya itu berlangsung sejak tahun 2016 silam. Sudah banyak santri dicabulinya berkali-kali.
(TribunPadang.com/Rezi Azwar) (TribunJatim.com/M Taufik)
Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Oknum Guru SMP di Padang Panjang Suruh Muridnya Masturbasi, Beraksi di Ruangan Kepala Sekolah dan di TribunJatim.com dengan judul Korban Pencabulan Guru Ngaji di Sidoarjo Laki-laki Semua, Didoktrin Asumsi Ngawur: Bekal Berkeluarga