Kamis, 23 April 2026

Berita Kendari

Mulai 12 hingga 15 Juni 2021, Waspada Gelombang Tinggi Air Laut di Sultra, Tinggi Capai 2,5 Meter

Tingginya gelombang air laut yang diprediksi terjadi di Sulawesi Tenggara mencapai 2,5 meter. Mulai 12 sampai 15 Juni 2021 pukul 20.00 wita.

Tayang:
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Sitti Nurmalasari
zoom-inlihat foto Mulai 12 hingga 15 Juni 2021, Waspada Gelombang Tinggi Air Laut di Sultra, Tinggi Capai 2,5 Meter
Istimewa
Ilustrasi Gelombang Tinggi 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi air laut di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Terjadinya gelombang tinggi air laut diprediksi mencapai tinggi 2,5 meter. Mulai 12 hingga 15 Juni 2021 pukul 20.00 wita.

Berikut daftarnya wilayah laut yang diprediksi terjadinya gelombang tinggi: 

  • Teluk Tolo bagian Timur
  • Teluk Tolo bagian Barat
  • Perairan Manui Kendari bagian Timur
  • Perairan Baubau bagian Utara
  • Perairan Utara Wakatobi bagian Timur
  • Perairan Utara Wakatobi bagian Barat
  • Perairan Selatan Wakatobi bagian Timur
  • Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara bagian Timur
  • Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara bagian Barat
  • Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara bagian Selatan
  • Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara bagian Utara

Baca juga: Polres Kendari Sulap Knalpot Jadi Patung Robot Diaclone, Berantas Balap Liar, Pesan untuk Orangtua

Baca juga: Pasangan Kekasih Mesum di Semak-semak, Motor dan Pacar si Pemuda Malah Dibawa Kabur Residivis

"Untuk pola angin umumnya akan berasal dari timur laut sampai tenggara dengan kecepatan 2 - 20 knot," ungkap PLH Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Kendari, Faizal Habibie, Sabtu (12/6/2021).

Ia mengatakan kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Perairan Teluk Tolo bagian Barat, Perairan Manui Kendari bagian Barat.

Kemudian, Perairan Baubau bagian Selatan, Perairan Utara Wakatobi bagian Timur dan Barat, Perairan Selatan Wakatobi bagian Timur dan Barat.

Serta di wilayah Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara bagian Utara, Timur, Barat dan Selatan.

BMKG meminta kapal yang berlayar memperhatikan resiko terkait keselamatan berlayar.

Baik itu, perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m.

Kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m.

Kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m. 

Kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

Baca juga: DPC Gerindra Kota Kendari Kunjungan ke Kecamatan Nambo, Kader Minta Perbaikan Jalan dan Modal Usaha

Baca juga: PSBB Club Kendari Gelar Eksplor Lorong Sabtu Pagi, 25 Peserta dari Komunitas Sepeda Ikut Bergabung

BMKG Kendari juga meminta kepada masyarakat di sekitar wilayah pesisir untuk selalu waspada terkait gelombang tinggi.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ucap Faizal. (*)

(TribunnewsSultra.com/ Muhammad Israjab)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved