Breaking News:

Berita Konawe

Gelar Seminar dan Bazar Intermediasi, Rektor Unilaki Harap UMKM Manfaatkan Jasa Keuangan

Seminar dan Bazar Intermediasi itu bertajuk peran dan inovasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan pulihkan ekonomi nasional.

Penulis: Arman Tosepu | Editor: Laode Ari
Arman Tosepu/Tribunnewssultra.com
Rektor Universitas Lakidende (Unilaki), Prof Dr Hj Rostin saat memberikan sambutan dalam kegiatan Seminar dan Bazar Intermediasi, Kamis (03/5/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Universitas Lakidende (Unilaki) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) menggelar Seminar dan Bazar Intermediasi di Aula Kampus, Kamis (03/6/2021).

Seminar dan Bazar Intermediasi itu bertajuk peran dan inovasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri jasa keuangan pulihkan ekonomi nasional.

Seminar tersebut berlangsung di Aula Kampus Unilaki, Wawotobi, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Baca juga: Selain Hasil Pertanian, BI Sultra juga Kembangkan Pariwisata Labengki Konut untuk Tingkatkan Ekonomi

Baca juga: Ekonomi Sultra Akan Meningkat pada 2021, Bank Indonesia Ingin Masyarakat Berbelanja Cerdas dan Bijak

Dalam sambutannya, Rektor Unilaki, Prof Dr Hj Rostin, mengatakan OJK saat ini memiliki peran yang besar dalam masyarakat.

"Kalau peran ini makin besar tentu pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi baik ekonomi nasional maupun daerah akan semakin besar," ujarnya dihadapan tamu undangan dan mahasiswa Unilaki.

Melalui seminar ini pihaknya berharap dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa terkait peran OJK.

Ia juga berharap, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM dapat memanfaatkan jasa keuangan yang ada dalam rangka pemulihan ekonomi.

"Bisa memanfaatkan jasa-jasa keuangan yang ada," katanya.

Selain itu, Rostin mengatakan meskipun UMKM bergerak dalam skala kecil, namun memilki dampak besar dalam perekonomian.

Dimana, kata Rostin, UMKM menyerap tenaga kerja hampir sebesar 90 persen serta berkontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

"Kurang lebih 60 - 70 persen, jadi walaupun kecil namanya usaha tapi perannya terhadap perekonomian besar," imbuhnya.

Untuk diketahui, seminar ini turut dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Mohammad Fredly Nasution, Kepala Dinas Perizinan Terpatu Satu Pintu (PTSP) Konawe, Burhan, Kepala BPKAD Konawe, HK Santoso, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sultra, serta pimpinan lembaga keuangan.(*)

(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved