Jalan Rusak di Sulawesi Tenggara
PARAH Jalan Rusak Penghubung Buton-Butur, Netizen Keluhkan Sampah dan Air Laut Penuhi Kubangan Jalan
Jalan rusak penghubung Buton-Butur dikeluhkan netizen. Bahkan sampah memenuhi badan jalan serta air laut mengisi kubangan jalan di Desa Waoleona.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
Untuk diketahui, Jalan penghubung Buton-Butur berstatus jalan provinsi.
Artinya, tanggung jawab perbaikannya merupakan tugas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara.
Dalam catatan Pemprov Sultra, hingga tahun 2021 sepanjang 260 kilometer jalan rusak di Sultra belum diperbaiki.
Termasuk jalan rusak di Kabupaten Buton dan di Kabupaten Butur.
Dalih Keuangan
Pemprov Sultra tak mengetahui waktu penuntasan 260 kilometer jalan rusak.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Abdul Rahim mengatakan, sekira 1.000 kilometer jalan provinsi, sekira 200 kilometer diantaranya rusak.
"Kami belum bisa pastikan kapan menuntaskan perbaikan jalan rusak," kata Abdul Rahim saat dihubungi melalui telepon, Selasa (23/2/2021).
Baca juga: Pemprov Tak Tahu Kapan Tuntaskan 260 Kilometer Jalan Rusak di Sultra, Abdul Rahim Bilang Begini
Abdul Rahim menjelaskan, tidak mudah memperbaiki jalan yang rusak, sebab bergantung keuangan daerah.
Ia berdalih, keuangan daerah tak cukup untuk membiayai perbaikan semua jalan rusak di Sultra.
"Memperbaiki jalan rusak itu tidak semudah membalikan telapak tangan," ujarnya.
Alasan keuangan ini berbanding terbalik dengan proyek mercusuar pembangunan Jalan Wisata Kendari-Toronipa yang menelan anggaran Rp1 triliun.
Tak ada alasan keuangan daerah minim untuk pembangunan mega proyek tersebut.
Pemerintah Provinsi bahkan tak segan mengutang uang berbunga untuk memuluskan pengerjaan jalan Wisata Kendari-Toronipa.
Terkait hal itu, Abdul Rahim menegaskan, hanya menjalankan tugas yang telah diprogramkan Gubernur.