7 Hari Hilang, Nelayan di Buton Utara Belum Ditemukan, Basarnas Kendari Dibantu 10 Longboat Warga
Tim SAR kembali melakukan pencarian nelayan hilang di perairan Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), sejak 7 hari lalu masih belum ditemuka
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Risno Mawandili
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/2352021-basarnas-1.jpg)
TRIBUNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Tim SAR kembali melakukan pencarian nelayan hilang di perairan Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), sejak 7 hari lalu masih belum ditemukan.
Humas Basarnas Kendari, Wahyudi mengatakan, pencarian terus dilakukan.
Pencarian hanya dihentikan pada malam hari, karena gelap.
"Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap 1 nelayan hilang sekira pukul 06.30," Kata Wahyudi pada keterangan tertulisnya, Minggu (23/5/2021).
Baca juga: Nelayan Butur Hilang saat Melaut Belum Ditemukan, Tim SAR Pantau Area Pantai di Kulisusu Buton Utara
Wahyudi menambahkan, Tim SAR dibantu oleh 5 personil Polres Butur, 3 TRC BPBD Butur, 1 dari Koramil Kulisusu, dan 2 Polair Butur, serta 30 warga setempat.
"Dengan 1 unit Rescue Car dikerahkan kemudian 1 Perahu karet milik basarnas juga ikut 10 Longboat milik warga," kata Wahyudi.
Sebelumnya seorang nelayan asal Kabupaten Buton Utara (Butur) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tak kunjung ditemukan.
La Mpedu (53), warga Bonelipu Pantai, Desa Malalanda, Kecamatan Kulisusu, hilang saat melaut di perairan Buton Utara, Senin (17/5/2021).
Baca juga: Cuaca Buruk, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Pulau Padamarang Kolaka
Pencarain terus dilakukan, namun korban belum ditemukan.
"Pencarian terhadap korban dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan esok pagi," kata Wahyudi dalam keterangan tertulisnya.
Pencarian membagi 2 sektor yaitu, menuju arah barat menggunakan Rubberboat 1 unit dan barat laut menggunakan 10 unit longboat.
Kronologi
Kepala Kantor SAR Kendari Aris Sofingi mengatakan, hilangnya korban sekira pukul 15.30 Wita, saat kapalnya ditemukan oleh rekannya dalam kondisi kosong.
"Perahu korban ditemukan oleh rekan nelayan lainya hanya menyisahkan 4 ekor ikan, jerigen 5 liter, dan gabus tanpa penutup," ujar Aris.
Kemudian telah dilakukan pencarian oleh nelayan setempat bersama unsur terkait, namun tak menemukan tanda keberadaan korban.
Baca juga: SEDIH, Sarifa Ibu Asal Baubau Tuntut Keadilan di Polda Sultra, Anaknya Tewas Saat Ditangkap Polisi