Berita Kendari
Tren Harga Emas Naik, Nasabah Pegadaian di Kota Kendari Malah Menurun
Pimpinan Cabang Pegadaian Kendari, Rahmat Saleh, menyebut nasabah pegadaian di Kota Kendari menurun saat tren harga emas melonjak naik.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/pimpinan-cabang-pegadaian-kota-kendari.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pimpinan Cabang Pegadaian Kendari, Rahmat Saleh, menyebut nasabah pegadaian di Kota Kendari menurun saat tren harga emas melonjak naik.
Menurutnya ada penurunan volume transaksi nasabah di pegadaian karena kurangnya daya beli masyarakat.
"Jadi sebenarnya jika kita lihat sekarang ini daya beli masyarakat menurun untuk di kota kendari, sehingga volume transaksi nasabah menurun, ini menurut pengamatan saya belum bisa dibuktikan secara valid," kata dia kepada TribunnewsSultra.com saat ditemui di kantor pegadaian cabang kota kendari, Kamis (20/5/2021).
Rahmat mengatakan setelah 7 hari lebaran lazimnya pegadaian akan ramai nasabah, tidak seperti tahun sebelumnya untuk kondisi setelah lebaran.
Baca juga: Emas Batangan Antam 1 Gram Dibanderol Rp965 Ribu, Simak Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini
Baca juga: Harga Emas Turun Dipengaruhi Investasi Saham, tapi Pegadaian Kendari Tak Sepi Nasabah
Hal tersebut kerena kemungkinan masyarakat tidak lagi membeli emas sebelum lebaran, selain daya beli yang kurang, bisa jadi disebabkan harga emas yang tinggi.
"Kan biasanya sebelum lebaran beli emas, setelah lebaran jika tidak ada yang makan akan digadaikan. Bisa jadi juga karena dulu emas setelah ditebus kemudian dijual, setelah itu ya sudah tidak ada lagi yang mau digadai," ungkapnya.
Namun di samping itu, tren kenaikan harga emas juga sebenarnya dipengaruhi oleh masyarakat yang beralih berinvestasi ke emas.
"Untuk logam mulia, sekarang ini jika ditunaikan hampir mendekati Rp1 juta, dulu pada triwulan pertama 2021 kan menurun di harga Rp960 ribuan, sekarang Rp990 ribu kurang Rp10 ribu jadi Rp1 juta," jelasnya.
Rahmat mengatakan, jika dibandingkan harga emas tahun lalu sekiranya pada bulan 10, harga emas itu mencapai Rp1 juta, bahkan hampir mencapai Rp1,1 juta.
"Tapi sekarang mulai perlahan-lahan naik," ujarnya.
Hal tersebut terbukti dengan kenaikan harga emas saat setelah lebaran ini, dibandingkan dengan harga emas saat bulan Ramadhan atau sebelumnya.
"Kita ambil interval jarak 2 atau 3 minggu jika diukur pergerakannya, itu kenaikannya sudah Rp20 ribu - Rp30 ribu per gram, baik emas batangan atau perhiasan," ungkapnya.
Baca juga: Akibat Angin Kencang, Pohon di BRI Cabang Unaaha Tumbang Timpa Empat Motor Nasabah
Dilansir dari laman pegadaian, harga emas per hari ini, Jumat (21/5/2021) untuk 0.5 gram emas batangan Antam yakni Rp547 ribu, dan harga emas batangan Antam sebesar 1 gram adalah Rp990 ribu.
Sementara kenaikan harga emas yang cenderung terjadi setelah lebaran, ia menyampaikan karena menjelang musim haji atau idul adha.
Dalam situasi normal, harga emas pasti akan mengalami kenaikan saat musim haji atau mendekati musim haji.
"Harga emas di satu bulan sebelum dan pasca idul adha, dimana jarak idul fitri dan idul adha sekiranya 90 hari, jadi memang harga emas akan tinggi di 3 bulan ini, pada jeda waktu itu," jelasnya.
Hal tersebut lantaran banyak jemaah haji yang membeli ole-ole berupa perhiasan sebagai tren yang selalu terjadi tiap tahunnya.
Sehingga jika kebutuhan banyak, maka harga akan naik.
Selain itu, kemungkinan juga disebabkan kejadian-kejadian di manca negara yang menimbulkan kepanikan, sehingga dapat mempengaruhi psikologi marketing.
Misalnya kasus Covid terbaru di India, atau gejolak di Timur Tengah, yang membuat orang beralih lagi dari saham berinvestasi ke emas.
Meskipun tidak mutlak, tapi kecenderungan jika harga saham menurun, emas mengalami kenaikan.
"Ya karena emas itu sebenarnya safe haven, investasi paling aman dan resiko lebih sedikit. Lebih unggul dari uang, karena uang tergerus inflasi sementara emas tidak, dan emas mudah diuangkan," jelasnya.
(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)