Rabu, 22 April 2026

Wali Kota Kendari Panen Raya Padi Mekongga di Kecamatan Baruga

Luas areal persawahan di wilayah Amohalo mencapai 750 hektar namun yang terkelola baru 450 hektar.

Tayang:
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
zoom-inlihat foto Wali Kota Kendari Panen Raya Padi Mekongga di Kecamatan Baruga
(Muhammad Israjab/TribunnewsSultra.com)
Wali Kota Kendari, Sulkranain Kadir panen raya Padi Mekongga di sawah seluas 450 hektar di Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Kamis (20/5/2021). 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Wali Kota Kendari, Sulkranain Kadir panen raya Padi Mekongga di sawah seluas 450 hektar di Amohalo, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Kamis (20/5/2021).

Sulkarnain Kadir mengatakan panen raya ini hasil penanaman serentak Februari 2021 lalu.

"Alhamdulillah setelah 4 Februari lalu kita penanaman secara serentak hari ini kita hadir lagi untuk melakukan penen raya," katanya.

Luas areal persawahan di wilayah Amohalo mencapai 750 hektar namun yang terkelola baru 450 hektar.

Baca juga: Jalan Lintas Kabupaten di Baruga Penuh Kubangan, Wali Kota Kendari Minta Pemprov Segera Perbaiki

Baca juga: Wali Kota Kendari Bersaing dengan Menparekraf Sandiaga Uno di Triathlon Series 29 Mei 2021

Hal ini disebabkan sawah di Amohalo masih tadah hujan.

Dari 450 hektar yang dikelola dapat menghasilkan 4 ton padi per sekali panen.

"Ini memang masih belum seperti kita harapkan, baru diangka 4 ton lebih. Mudah-mudahan kalau sudah kita manfaatkan semua, mungkin bisa mencapai 5 sampai 6 ton," kata Sulkarnain.

Selain panen raya, Wali Kota Kendari
Sulkarnain Kadir juga meluncurkan kawasan Agrowisata Amohalo.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Sitti Ganef mengatakan padi sawah di wilayah Amohalo akan dimanfaatkan sistem padi organik.

"Kalau organik bertahap dulu. Tahun kedua kita akan lebih memperkenalkan dan mengaplikasikan pupuk-pupuk organiknya dulu," katanya.

Tahun 2022 pihaknya akan mengupayakan seluruh area persawahan di Amohalo dapat terkelola.

Selain itu, masa panen padi sawah dari dua tahun sekali menjadi tiga kali panen dalam setahun.

Baca juga: Kodim 1417 Kendari dan Pemkab Konawe Panen Raya Padi Menggunakan Biotani, Ini Keunggulannya

Baca juga: Ade Kojim Pemanen Padi Pertama di Pulau Tomia Wakatobi, Selama Ini Jadi Nelayan

"Tadinya dua kali setahun karena nanti kita ada bantuan Agroklimat dari Kementerian Pertanian. Maka waktu dekat akan datang untuk melihat proses-proses pengairan kita bagaimana agar tiga kali setahun," ucap Sitti Ganef.

Untuk mendukung pengembangan persawahan di kawasan Amohalo, cukup banyak bantuan telah disalurkan.

“Bantuan traktor roda dua sebanyak 22 unit roda empat 7 unit, bantuan pompa air 14 unit, handsprayers sebanyak 26 unit,” katanya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved