Hari Ketiga Pencarian, Nelayan Asal Buton Utara yang Hilang saat Melaut Belum Ditemukan

Tim SAR kembali meneruskan pencarian terhadap seorang nelayan asal Buton Utara yang hilang sejak 2 hari lalu saat melaut,Rabu (19/5/2021).

Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Laode Ari
Handover
Hari ketiga Tim SAR mencari nelayan asal Buton Utara yang hilang saat melaut pada Senin (17/05/2021) lalu. 

TRIBUNEWSSULTRA.COM, KENDARI- Tim SAR kembali meneruskan pencarian terhadap seorang nelayan asal Buton Utara yang hilang sejak 2 hari lalu saat melaut, Rabu (19/5/2021).

Humas Basarnas Kendari, Wahyudi mengatakan Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian pagi hari sekira pukul 06:30 Wita.

"Setelah menghentikan pencarian sementara kemarin (18/5/2021) dikarenakan hari mulai gelap, pagi tadi tim kembali melakukan pencarian," kata Wahyudi.

Baca juga: Dua Hari Pencarian, Nelayan asal Konawe Utara Belum Ditemukan, Sempat Teriak Minta Tolong

Baca juga: Basarnas Kerahkan Personel Bantu Warga Cari Petani Hilang Terseret Arus Sungai di Bombana

Pencarian dengan dibantu tim dari Polres Butur, TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Butur, dan masyarakat, serta juga keluarga korban.

Sebelumnya seorang nelayan asal Kabupaten Buton Utara (Butur) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tak kunjung ditemukan, hingga Selasa (18/5/2021)

La Mpedu (53), warga Bonelipu Pantai, Desa Malalanda, Kecamatan Kulisusu tersebut hilang saat melaut di perairan Buton Utara, Senin (17/5/2021).

Humas Basarnas Kendari, Wahyudi mengatakan pencarian dihentikan sementara karena hari menjelang gelap.

"Hingga memasuki pukul 17.30 Wita pencarian terhadap korban dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan esok pagi," kata Wahyudi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/5/2021).

Pencarian hari ini dilakukan dengan membagi 2 sektor yaitu menuju arah barat menggunakan Rubberboat 1 unit.

Kemudian yang satunya akan melakukan penyisiran ke arah barat laut menggunakan 10 unit longboat.

Kronologi

Kepala Kantor SAR Kendari Aris Sofingi mengatakan, hilangnya korban sekira pukul 15.30 Wita, saat kapalnya ditemukan oleh rekannya dalam kondisi kosong.

"Perahu korban ditemukan oleh rekan nelayan lainya hanya menyisahkan 4 ekor ikan, jerigen 5 liter, dan gabus tanpa penutup," ujar Aris.

Kemudian telah dilakukan pencarian oleh nelayan setempat bersama unsur terkait, namun tak menemukan tanda keberadaan korban.

Baca juga: Bocah 11 Tahun Hilang Terseret Arus selama 19 Jam, Akhirnya Ditemukan Selamat

Aris menambahkan proses pencarian korban yang melibatkan masyarakat setempat itu tak membuahkan hasil.

"Sebelumnya longboat yang ditumpangi korban ditemukan oleh rekan nelayannya sekitar 300 meter dari daratan di Tanjung Goram," kata Aris.

Setelah pencarian korban dengan hasil nihil itu, Basarnas Kendari menerima informasi hilangnya korban sekira pukul 21.00 Wita dari seorang warga setempat.

Mendapat informasi tersebut, Tim penyelamat langsung melakukan pencarian.

"Berdasarkan laporan itu, Pos Sar Baubau diberangkatkan menuju lokasi kecelakaan sekira pukul 21.30 Wita" kata Aris Sofingi, Senin (17/5/2021). (*)

(TribunnewsSultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved