Pilrek UHO
Usai Pemunguntan Suara Bakal Calon Rektor UHO Kendari, Dilanjutkan Penghitungan Secara Tertutup
Pemilihan 3 besar calon Rektor UHO kembali dilanjutkan, tepat pukul 14.16 Wita ketua senat telah mengetuk palu.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemilihan 3 besar calon Rektor Universitas Halu Oleo kembali dilanjutkan.
Saat ini tahapan pemungutan suara bakal calon Rektor UHO telah usai dilaksanakan.
Kemudian dilanjutkan penghitungan suara secara tertutup.
Ketua Senat UHO, Prof. Takdir Saili, mengatakan agenda berikutnya adalah pemungutan suara dan penetapan 3 calon rektor periode 2021-2025.
Selanjutnya sekertaris senat menyampaikan tata cara pemungutan suara.
Dimana setiap anggota senat memiliki 1 hak suara.
Pemungutan suara dilakukan sesuai dengan nomor urut anggota senat dari nomor urut 1-113.
Cara pemungutan dengan menuliskan nama di kertas suara, nama tersebut dengan jelas merujuk ke bakal calon tanpa nomor urut.
Penentuan para saksi yaitu perwakilan ekeskusio, guru besar, dan utusan jurusan.
Penentuan 1 orang penghitung, 1 orang pencatat komputer, dan 1 orang pencatat manual, yang disetujui anggota senat.
Pemeriksaan, surat suara, kotak suara, dan bilik suara oleh para saksi.
Apa bila ada suara yang sama dalam 3 besar maka pemungutan suara dilakukan kembali hingga terdapat 3 besar tanpa ada jumlah suara yang sama.
Sebelum proses pemungutan suara, salah satu anggota senat memberi saran terkait teknis pelaksanaan pilrek, disusul beberapa anggota senat lainnya yang juga memberi saran.
Tak luput Prof Zamrun turut memberi saran agar kertas suara yang akan digunakan dicek terlebih dahulu.
"Saran saya sih sebelum pemilihan, kertas suara diperiksa dulu jadi nanti para saksi melihat dulu kertas suara jangan sampai sudah tertulis dan tercoreng, terimakasih," ujarnya.
Saran tersebut diterima ketua senat dan kertas suara diperiksa dihadapan semua balon dan anggota suara