Diduga Mesin Kapal Mati, Seorang Nelayan Asal Buton Selatan Dikabarkan Hilang 

Seorang nelayan dikabarkan hilang saat melaut di perairan Bahari, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Rabu (12/5/2021).

Penulis: Husni Husein | Editor: Laode Ari
Handover
Tim SAR saat mencari nelayan La Ode Saharudin (37) asal Desa Bahari Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara yang hilang saat melaut. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI- Seorang nelayan dikabarkan hilang saat melaut di perairan Bahari, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Rabu (12/5/2021).

Diketahui korban bernama La Ode Saharudin (37) Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Informasi tersebut dibenarkan Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi.

Dari informasi awal, dugaan sementara nelayan itu hilang karena mesin kapal yang ditumpangi mengalami mati mesin di tengah lautan. 

"Sekira pukul 18:00 Wita, satu buah kapal dengan dengan penumpang 1 orang nelayan belum kembali saat melaut dari kemarin (11/05/2021)" ujar Aris.

Baca juga: Basarnas Kerahkan Personel Bantu Warga Cari Petani Hilang Terseret Arus Sungai di Bombana

Aris menambahkan sebelumnya, nelayan dan warga sekitar sudah mencoba mencari korban namun hasilnya masih belum ditemukan tanda-tanda keberadaannya alias nihil.

Warga kemudian meminta bantuan untuk mencari keberadaan korban.

"Pada selasa kemarin (11/05/2021) kami menerima hilangnya korban sekira pukul 12:50 Wita dari seorang warga setempat,"ujarnya.

Mendapat informasi tersebut, tim penyelamat langsung melakukan pencarian.

"Dari Basarnas Kendari juga sebelumnya tim diberangkatkan menuju lokasi, kami telah meminta kepada setiap kapal yang melintas untuk memberikan bantuan SAR apabila menemukan keberadaan kapal dan korban" kata Aris Sofingi, Rabu (12/5/2021).

Baca juga: Bantu Basarnas Kendari Cari Bocah 2 Tahun Hanyut di Irigasi, Kapolsek Baruga Beri Imbauan

Aris menuturkan dari keterangan keluarga korban, nelayan itu melaut dengan menggunakan perahu katinting. 

"Tanpa membawa handphone dan menurut kesaksian keluarga biasanya korban akan pulang melaut sekira pukul 11:00 Wita namun sampai saat ini korban belum kembali," tutur Aris.

Humas Basarnas Kendari, Wahyudi mengatakan, hingga pukul 17:00 Wita, pencarian terhadap korban belum ditemukan.

"Masih tetap dilakukan pencarian, kita tunggu perkembangan selanjutnya nanti di informasikan" ujar Wahyudi. (*)

(Tribunnewssultra.com/Husni Husein)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved