Partai Ummat
Pemuda Muhammadiyah Sultra: Bentuk Partai Ummat, Amien Rais Tak Bisa Dipisahkan dengan Kami
Amien Rais merupakan tokoh Muhammadiyah dan pernah menjabat sebagai ketua pimpinan pusat
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Fadli Aksar
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tenggara (PM Sultra) sebut wajar Amien Rais bentuk Partai Ummat.
Amien Rais merupakan tokoh Muhammadiyah dan pernah menjabat sebagai ketua pimpinan pusat.
Kini Amien kembali mendirikan lembaga politik Partai Ummat, sebelumnya ia juga sebagai pendiri Partai Amanat Nasional (PAN).
Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sultra La ode Azizul Kadir, melihat wajar saja dilakukan Amien Rais sebagai seorang warga negara.
Baca juga: Partai Ummat Sulawesi Tenggara Umumkan Ketua DPW Periode 2021-2026 Pekan Depan
Baca juga: Tim Persiapan Pendirian Kantongi Nama Ketua DPW Partai Ummat Sulawesi Tenggara, Digagas Amien Rais
Selain itu, langkah Amien Rais merupakan fenomena politik baru di tanah air.
Menurutnya posisi Amien Rais tidak bisa dikaitkan dengan posisi Muhammadiyah.
Lantaran saat ini Amin Rais secara struktural sudah tidak ada.
"Sebagai tokoh (Amien Rais) saya kira tidak bisa dipisahkan dengan kami dan Muhammadiyah, tapi langkah politik itu secara personalnya," kata Azizul kepada TribunnewsSultra, melalui pesan Whatsapp, Sabtu (1/5/2021).
Menurutnya, konstitusi Indonesia membuka ruang dan memungkinkan setiap warga negara berkegiatan politik sesuai dengan ketentuan dan juga peraturan perundang-undangan.
Azizul menegaskan Muhammadiyah tidak bergabung di lembaga politik manapun di Indonesia.
Namun, tak menutup kemungkinan secara individu sebagai aspirasi politik, partai-partai tersebut diminati para kader Muhammadiyah.

Ia menegaskan, meskipun tidak berpartai politik, namun mesti melek politik.
"Untuk tertarik atau bergabung di dalamnya sekarang, saya bilang di posisi kami tegas tidak berpartai politik," katanya.
Sosok Ketua DPW
Pekan depan Tim Persiapan Pendirian Partai Ummat Sulawesi Tenggara atau (TPPPU Sultra) akan mengumumkan sosok Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).
Partai Ummat Sulawesi Tenggara (Sultra) langsung tancap gas usai partai yang digagas Amien Rais ini dideklarasikan.
Partai Ummat telah dideklarasikan secara nasional di Yogyakarta, dipimpin tokoh proklamator Amien Rais, (29/4/2021) bertepatan dengan 17 Ramadan 1442 H.
Kini Partai Ummat turut merambah ke jazirah tenggara Sulawesi, pengurus pun telah bersiap membentuk struktur organisasi.
Ketua TPPPU Sultra, Chulafaau Rasyidin belum ingin mengungkapkan siapa sosok yang akan menakhodai Partai Ummat Sultra.
Namun menurutnya telah mengantongi nama calon yang pantas menjabat Ketua DPW Partai Ummat Sultra.
"Inshaallah minggu depan sudah ada Ketua DPW Partai Ummat periode 2021-2026," ucap Chulafaau Rasyidin, saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Sabtu (1/5/2021).
Untuk saat ini, TPPPU Sultra masih menyusun kepengurusan partai mulai dari DPW, pimpinan daerah dan pimpinan cabang.
"Kita segera rampungkan akhir Mei, sehingga bisa kita sampaikan ke DPP supaya surat keputusan segera dikeluarkan," katanya.
TPPPU Sultra sudah merampungkan kepengurusan partai mulai DPW, DPD dan DPC hingga 75 persen.
"Sekarang sudah hampir 75 persen proses penyusunan pengurus di Sultra sebagaimana syaratkan UU kepemiluan, tapi tetap kami optimis bisa mencapai target 100 persen kabupaten/kota terbentuk," ucap mantan anggota DPRD Kendari ini.
Bentuk Susunan DPW
Partai Ummat Sulawesi Tenggara (Sultra) langsung tancap gas usai partai yang digagas Amien Rais ini dideklarasikan.
Partai Ummat telah dideklarasikan secara nasional di Yogyakarta, dipimpin tokoh proklamator Amien Rais, (29/4/2021) bertepatan dengan 17 Ramadan 1442 H.
Kini Partai Ummat turut merambah ke jazirah tenggara Sulawesi, pengurus pun telah bersiap membentuk struktur organisasi.
Ketua Tim Persiapan Pendirian Partai Ummat atau TPPPU Sutra Chulafaau Rasyidin mengaku tengah menggenjot pengaruh Dewan Perwakilan Wilayah (DPW).
"Masih menyusun nama-nama pengurus DPW dengan anggota lain. Mungkin pekan depan sudah kita sampaikan ke pimpinan pusat," katanya saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (1/5/2021).
Komposisi pengurus DPW Partai Ummat Sulawesi Tenggara ini terdiri dari dewan penasihat, ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara dan wakil bendahara.
Baca juga: Gerak Cepat Partai Ummat Sulawesi Tenggara Bentuk 17 Pengurus Daerah, Target Rampung Akhir Mei
Baca juga: Partai Ummat Sulawesi Tenggara Tancap Gas Bentuk Struktur Pengurus, Gaet Tomas dan Politisi
Termasuk beberapa para penggagas partai yang tergabung dalam TPPPU akan dimasukkan sebagai pengurus DPW.
Menurut mantan anggota DPRD Kota Kendari ini masih menganut sistim kepungurusan minimalis sehingga semua tak bisa masuk sebagai pengurus inti.
"Mereka yang lain dipersiapkan untuk kepengurusan tahapan berikutnya sebagai tambahan pengurus (cabang/daerah)," ujarnya.
Kata Chulafaau, beberapa tokoh masyarakat dan mantan pengurus parpol di Sultra sudah menyatakan siap bergabung.
Ia menjabarkan, Partai Ummat memiliki motto melawan kezaliman dan menegakkan keadilan dengan logo perisai tauhid dan bintang tersebut.
Deklarasi Partai Ummat
Sebelumnya, Partai Ummat besutan Amien Rais akhirnya secara resmi telah dideklarasikan, Kamis (29/4/2021).
Acara tersebut ditayangkan di akun YouTube Amien Rais Official pada pukul 13.00 WIB.
Tampak dari tayangan itu, Amien Rais beserta tokoh-tokoh yang hadir menyanyikan Indonesia Raya sebagai pembukaan acara.
Dalam kesempatan itu, Tribunnews.com melihat kehadiran dari Neno Warisman, Ridho Rahmadi, Tasniem Rais hingga Ustaz Ansufri Idrus Sambo.
Deklarasi dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Amien Rais pun memberikan sambutan berkaitan dengan Partai Ummat, partai terbarunya setelah ia tidak lagi berada di kapal Partai Amanat Nasional (PAN).
“Partai Ummat bersama anak bangsa lainnya akan bekerja, berjuang dan berkorban apa saja untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan di Indonesia,” ungkap Amien.
Dalam deklarasi, Amien dan sejumlah anggota partai terlihat mengenakan kemeja dan jas berwarna hitam lengkap dengan aksen garis berwarna kuning keemasan.
Untuk anggota perempuan, mereka memadukan jas hitam itu dengan hijab warna kuning keemasan juga.
Di jas masing-masing anggota, terdapat lambang Partai Ummat berupa bintang yang berada di dalam kontak.
“Kami sadar, menegakkan kebajikan dan memberantas keburukan, memobilisasi dan menegakkan keadilan serta menumpas kezaliman butuh ketekunan dan ketangguhan,” katanya.
Ia juga menekankan, bahwa setiap ibadah yang dilakukan setiap anggota Partai Ummat didedikasikan hanya untuk Allah SWT.
“Kami yakin, semua mekanisme demokrasi dan konstitusi kita lebih dari cukup untuk melakukan kebaikan dan perbaikan nasional. Sehingga, kita tidak perlu cara ekstra parlementer dan ekstra konstitusional,” tandasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)