Kapasitas Gudang Terbatas, Pemkab Konawe Bakal Kurangi Stok Beras Bulog
Pasalnya, gudang penyimpanan yang terletak di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha itu memiliki kapasitas yang terbatas.
Penulis: Arman Tosepu | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/wakil-bupati-konawe-gusli-topan-sabara-bicara-bulog.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe berencana akan kurangi stok beras yang ada di gudang penyimpanan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Drive Unaaha.
Pasalnya, gudang penyimpanan yang terletak di Kelurahan Tuoy, Kecamatan Unaaha itu memiliki kapasitas yang terbatas.
"Kita ingin mengurangi stok Bulog," kata Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara diruang kerjanya, Kamis (29/4/2021).
Kapasitas gudang Bulog di Konawe hanya mampu menampung beras sebanyak 5 ribu ton.
Baca juga: Bulog Konawe Pastikan Bahan Pokok Jelang Lebaran Aman
Baca juga: Jelang Ramadhan Stok Bulog di Konawe Masih Aman Hingga Idhul Fitri
Sementara, menurut Gusli, jika dikonversi ke gabah kering panen Bulog hanya mampu menampung 10 ribu ton gabah.
"Sehingga ada kurang lebih 150 ton gabah yang ada diluar tidak bisa ditampung penggilingan," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Pemkab Konawe telah membahas hal tersebut dengan Bulog untuk mencari solusi.
Saat ini, regulasi sedang disiapkan untuk mekanisme pendistribusian beras kepada seluruh aparatur sipil negera (ASN) di Konawe.
"Jadi kurang lebih 7 ribu ASN kita. ASN kan ada tunjangan berasnya supaya per pegawai itu bisa didistribusikan 10 kg per pegawai perbulan," lanjut Gusli.
Pihaknya menargetkan, minimal 70 ton beras yang berasal dari para petani itu bisa terserap setiap bulannya.
Baca juga: Bulog Sultra Pasok Daging Impor dari India untuk Stok Lebaran 2021, Kadivre: Halal dan Higienis
Baca juga: Per Hari Persediaan Beras di Bulog Sulawesi Tenggara Bertambah 200 Ton, Stok Bulan Ramadhan Aman
Selain itu, Gusli mengatakan, pihaknya ingin agar industri besar yang ada di Konawe memasok beras dari Bulog.
"Kita ingin juga PT VDNI, PT TPM, dan PT UAM yang karyawannya kurang lebih 22 ribu tiga perusahaan ini bisa juga langsung mengambil ke Bulog dengan kualitas premium," tandas mantan Ketua DPRD Konawe ini.
Agar, kata dia, beras dari petani Konawe bisa terserap sekitar 220 ton perbulan.
Jika ditotal, sekitar 300 ton perbulan beras milik petani bakal terserap.(*)
(TribunnewsSultra.com/Arman Tosepu)