Tak Hanya Dimakan, Anjing di Solo Juga Diambil Kulitnya untuk Bikin Kok Badminton: Gibran Didesak

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka didesak membuat aturan yang melarang perdagangan kuliner daging anjing

Editor: Ifa Nabila
Freepik/kapinosovalk
Ilustrasi anjing.Transaksi anjing untuk konsumsi makin meresahkan di Kota Solo, Jawa Tengah. 

Namun, poin Karin dan tim untuk mendesak pemerintah melarang perdagangan kuliner daging anjing berfokus pada kesehatan.

"Bukan soal kekejaman saja, tapi (konsumsi daging anjing) juga menjadi ancaman kesehatan dan keamanan untuk masyarakat luas," ungkapnya.

Karin menyebut, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah lama mengatakan salah satu faktor penyebaran penyakit rabies perpindahan antardaerah atau melalui transportasi.

"Seperti kebanyakan orang sudah tahu juga, kebanyakan anjing dengan tujuan dikonsumsi berasal dari Jawa Barat, sedangkan Jawa Barat (berstatus) belum bebas rabies, ini sangat riskan," ungkap Karin.

Hasil investigas DMFI juga menyebut 98 persen sumber daging anjing di Solo berasal dari Jawa Barat.

Baca juga: Pasangan Kakek dan Nenek Dibacok Membabi Buta, Pelaku Tak Terima Dimarahi saat Lempar Batu

Dipukul sebelum Dibunuh

Sementara itu Tim koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) Kota Solo, investigasi pada 2019 menyebut, setidaknya satu truk bisa datang tiga kali dalam seminggu ke kawasan Solo Raya.

"Satu truk itu mininal membawa 100 ekor anjing. Bila seminggu 3 kali, maka kurang lebih ada 300 ekor anjing."

"Jadi kalau sebulan bisa kurang lebih 1.200 ekor," ungkap Mustika, Senin (19/4/2021), dikutip dari TribunSolo.com.

Anjing-anjing tersebut kemudian didistribuskan ke pengepul sebelum akhirnya dibunuh untuk jadi santapan.

Investigasi yang didapat DMFI, penyembelihan anjing dilakukan dengan beberapa metode.

Ada yang digelonggong hingga diketok kepalanya menggunakan besi atau kayu. 

"Kalau di kawasan Klaten, dulu itu kebanyakan ditenggelamkan. Kalau di Solo kebanyakan diketok kepalanya," jelas Mustika. 

"Sementara di Wonogiri, mungkin diketok kepalanya dulu kemudian dibakar. Jadi sekarang itu ada daging anjing guling," tambahnya. 

Metode diketok kepalanya, dipercaya para penikmat bisa menambah kenikmatan olahan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved