Breaking News:

Cerita Angga, Disiksa Penyidik di Buton Dipaksa Mencuri: Parang di Leher Ancam Dibunuh

Angga merupakan remaja yang mengaku disiksa penyidik Polsek Sampoabalo, Kabupaten Buton. Dia juga mengaku sempat diancam dibunuh, ditodong parang.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
Risno Mawandili/TribunnewsSulta.com
Angga 

Ancaman Pembunuhan

Malam itu di jalan usaha tani pojok Desa Kuraa, Angga diminta mengakui, telah menerima uang dari Muslimin senilai Rp4 juta, hasil curian.

"Saya tidak mau mengaku, langsung dia taroh parang di leherku, 'mau mengaku atau tidak, kalau tidak saya bunuh kamu malam ini' dari situ saya berbohong," ujar Angga.

Angga mengatakan, terpaksa berbohong mengakui semua perbuatan yang tidak pernah dikerjakan.

Remaja yatim itu mengarang cerita, membenarkan ujaran Edi, telah mencuri bersama La Niki dan Muslimin.

Hal itu ia lakukan karena ketakutan dengan ancaman Edi.

Ia mengatakan, tak berpikir banyak, asal nyawanya malam itu bisa selamat.

"Langsung dia ambil hand phone, dia telepon Kapolsek. Bilang, Angga ini dia tidak mengaku, kita bunuh saja? Langusung dia bilang Kapolsek, iya bunuh saja," ujar Angga coba menirukan percakapan Edi malam itu.

Ketakutan Angga makin menjadi. Ia menangis, meminta tolong agar segera dipulangkan ke rumah ibunya.

"Langung saya berbohong, karang-karang cerita bahwa telah mencuri, saya minta-minta maaf di Kapolsek. Langsung Pak Edi kasi pulang saya. Saya terpaksa berbohong, mengaku curi uang itu daripada saya dibunuh," urainya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved