Breaking News:

Cerita Angga, Disiksa Penyidik di Buton Dipaksa Mencuri: Parang di Leher Ancam Dibunuh

Angga merupakan remaja yang mengaku disiksa penyidik Polsek Sampoabalo, Kabupaten Buton. Dia juga mengaku sempat diancam dibunuh, ditodong parang.

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
Risno Mawandili/TribunnewsSulta.com
Angga 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI- Angga (12), laki-laki, menangis ketakutan ketika sebilah parang mentuh kulit lehernya. Remaja Desa Kuraa, Kecamtan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara itu, bermohon kepada penyidik agar diampuni. 

Lupa tepat harinya, tetapi awal Januari 2021 malam, sekira pukul 08.00 wita, Angga digelandang di jalan usaha tani pojok Desa Kuraa oleh penyidik Kepolisian Sektor (Polsek) Sampoabalo bermama EDi.

Sampai di kegelapan malam jauh dari pemukiman warga mobil ditunggangi Edi dan Angga berhenti.

Edi lalu meminta Angga mengakui telah mencuri bersana La Niki (15) dan Muslimin (28). 

Ketiganya, diduga menilep uang tunai Rp100 juta, dua laptop, dua telepon genggam, dan satu buah hardiks, di Rumah kepala sekolah menengah pertama (SMP) Saharuddin.

Karena merasa tak pernah melakukan itu, Angga kekeh tak mau membenarkan perkataan Edi.

MELAPOR - Korban penganiayaan Penyidik Polsek Sampoabalo, Kabupaten Buton, didampingi kuasa hukum, La Ode Abdul Faris, melapor di Propam Polda Sultra, Jumat (16/4/2021) sore.
MELAPOR - Korban penganiayaan Penyidik Polsek Sampoabalo, Kabupaten Buton, didampingi kuasa hukum, La Ode Abdul Faris, melapor di Propam Polda Sultra, Jumat (16/4/2021) sore. (Istimewa)

Edi lalu mengambil sebilah parang, menyentuhkan bagian yang tajam di kulit leher Angga.

"Saya ketakutan, menangis, saya mohon-mohon, bukan saya yang lakukan pak, tolong pak, kasi pulang saya di rumah. 'iya saya kasi pulang kamu tapi kamu jujur'," ujar Angga menirukan percakapannya dengan Edi.

Kami menemui Angga di Kota Kendari, Jumat (16/4/2021). Ia menceritakan semua penyiksaan yang ia alama selama di tahan di Polsek Sampoabalo.

Ia juga mengaku, belasan hari, dari 2 Januari 2021 hingga 12 Januari 2021, ia dan La Niki sering mendapat tekanan, pukulan, dan ancaman, dipaksa mengaku mencuri meskipun tak tahu apa-apa.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved