Rujab Gubernur Sultra Tak Pernah Direhab Selama 20 Tahun
"Bisa dilihat kondisinya, sejak dari mantan Gubernur Sultra, Laode Kaimuddin hingga sampai saat ini, kondisi rujab masih begitu-begitu saja,"
Penulis: Muh Ridwan Kadir | Editor: Laode Ari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/gerbang-rujab-gubernur-sultra-dalam-pengerjaan.jpg)
Tampak tumbuhan liar di depan pagar pun sudah tumbuh hingga setengah meter.
Banyaknya daun-daun kering di sepanjang pagar keliling yang tampak tak dibersihkan.
Trotoar di sisi bagian belakang pagar rujab juga tampak ada yang ambles dan juga ada yang terangkat.
Trotoar juga tampak berlumut.
Pepohonan besar yang terdapat di dalam areal rujab dan diluar pagar belakang sudah besar.
Sehingga menutupi bangunan utama rujab, yang terlihat hanya atap kubah mewah.
Parahnya lagi pagar rujab menuju pasar lawata sangat rendah.
Sehingga pengendara dapat melihat dengan jelas lubang serta timbunan yang ada dalam kawasan tersebut.
Pecahan bangunan tampak terlihat disana.
Beberapa sampah pun terlihat di sekeliling pagar menuju lawata.
Pembangunan Gerbang Rujab Senilai Rp 1,4 Miliar
Anggaran pembangunan pintu gerbang keluar rumah jabatan (Rujab) gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) menelan anggaran Rp1,4 miliar.
Anggaran tersebut menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2020.
Peserta tender sebanyak 33 perusahaan.
Untuk pemenang tender pembangunan gerbang rujab yakni CV Ramadhan Perkasa.