Berita Kendari Terkini Hari Ini
Bantu Atasi Krisis Darah di Kendari, 80 Komunitas Sumbang Seribu Kantong
Mereka membantu krisis darah di Kota Kendari dengan menambah stok Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) jelang bulan Ramadan.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/donor-darah-dompet-dhuafa.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 80 komunitas internal dan eksternal kampus di Kota kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sumbang seribu kantong.
Mereka membantu krisis darah di Kota Kendari dengan menambah stok Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) jelang bulan Ramadan.
Bertajuk kolaborasi milenial tebar 1000 kebaikan menuju Ramadan, diinisiasi Dompet Dhuafa Sultra, bekerjasama dengan komunitas Yuk Istiqomah Indonesia dan PMI.
Baca juga: PMI Sulawesi Tenggara: Stok Darah di Kendari Menipis Hingga 50 Persen, Fatal Bagi Pasien Darurat
"Kita targetkan 1000 kantong darah, sebab minimnya stok di PMI Sultra, apalagi saat Ramadan biasanya stok menipis," kata Ketua Relawan Dompet Dhuafa Sultra, Muhammad Arif Syam di Kantor Dompet Dhuafa Sultra Jalan Malaka, Anduonohu, Kamis (8/4/2021).
Namun untuk di tahap pertama ini, kolaborasi milenial akan menyumbangkan 300 kantong darah dari 50 lembaga yang telah mengonfirmasi.
Menurut Arif Syam, kolaborasi milenial ini juga untuk menyatukan berbagai unsur komunitas, lembaga kampus dan paguyuban.
"Kita ingin bersilaturahmi membangun kekuatan bagi milenial. Supaya kesannya tidak terpecah belah. Sehingga kita bersama membangun kebaikan di Sultra," katanya.
Ia berharap visi membangun kemanusiaan di Sultra bisa tercapai.
Krisis Darah
Sebelumnya, stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Sulawesi Tenggara (Sultra) menipis di awal tahun 2021.
Pimpinan UDD PMI Sultra Dedi Arman, mengatakan kondisi stok darah yang disiapkan UDD sebelum pandemi Covid-19, bisa produksi 1.200 kantong per bulan.
Baca juga: 25 Calon Anggota Korp Suka Rela PMI Ikut Pelatihan Pertolongan di Gunung dan Hutan Anduonohu
Namun, setelah memasuki 1 tahun pandemi hanya bisa produksi 600-700 kantong darah per bulan.
Menipisnya stok darah ini berdampak bagi pasien darurat yang membutuhkan penanganan di rumah sakit.
"Ini bisa sangat fatal bagi pasien," kata Dedi, Kamis (18/3/2021) lalu.
Dedi memaklumi menurunnya stok darah di UDD karena Pandemi Covid-19 membuat masyarakat takut tertular Covid-19 saat mendonor.