25 Calon Anggota Korp Suka Rela PMI Ikut Pelatihan Pertolongan di Gunung dan Hutan Anduonohu
Pelatihan pertolongan di gunung dan hutan atau Jungle Rescue itu merupakan agenda pendidikan dan pelatihan dasar di UKM KSR PMI UHO.
Penulis: Amelda Devi Indriyani | Editor: Laode Ari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/pelatihan-jungle-rescue-ksr-pmi-uho.jpg)
Laporan Wartawan TribunnewsSultra.com, Amelda Devi
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 25 calon anggota (Cata) Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Halu Oleo (UHO) mengikuti pelatihan petolongan di gunung dan hutan. Sabtu (27/02/2021).
Pelatihan pertolongan di gunung dan hutan atau Jungle Rescue itu merupakan agenda pendidikan dan pelatihan dasar di UKM KSR PMI UHO.
Bagi peserta yang ingin menjadi anggota di Unit Kegiatan Mahasiswa tersebut maka akan melewati maka harus melewati tahap ini.
Baca juga: KSR PMI Unit UHO Minta TribunnewsSultra.com Tak Memberi Ruang Untuk Informasi Hoaks
Baca juga: Mahasiswa Hukum UHO Jadi yang Terbaik di Event Putra Putri Kampus Sultra 2021
Baca juga: Lantik Pengurus 5 UKM, Ini Harapan Wakil Rektor 3 UHO
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan wisata Air Terjun Nanga-nanga, Anduonohu, Kelurahan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Jungle rescue ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dasar di hutan maupun di gunung untuk mengantisipasi adanya korban yang membutuhkan pertolongan pertama.
"Hal ini ditujukan guna peningkatan kemampuan teknik dalam pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban bencana dan kondisi yang membahayakan manusia dengan metode simulasi lapangan di gunung hutan," ungkap seorang pembina KSR PMI UHO Istania Dianita kepada TribunnewsSultra.com, Minggu (28/2/2021).
Sementara, ketua panitia Sopian Suwita, mengatakan metode dalam pelatihan ini peserta diajarkan pemetaan, agar mereka dapat menentukan titik koordinat letak korban yang berada di dalam hutan.
Mereka juga dilatih bagaimana melakukan pertolongan terhadap korban di hutan.
"Kami memberi tugas penanganan korban kepada CATA, dengan indikasi luka yang berbeda," kata Sopian Suwita.
Di harapkan, pelatihan ini bisa mengembangkan skil dan ketangkasan calon anggota dalam hal penanganan korban.
Peserta juga telah mereka dapatkan dalam materi ruangan sebelum terjun pelatihan ke lapangan.
Selain berusaha memberi pertolongan kepada korban, keselamatan diri mereka menjadi hal utama yang diperhatikan.
Tak lupa protokol kesehatan tetap diterapkan. Sebelumnya lokasi pelatihan telah ditinjau oleh kordinator lapangan untuk memastikan keamanan.
Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) ini rutin di adakan tiap periode kepengurusan KSR PMI UHO.
Namun, di 2020 lalu, DIKLATSAR tidak di adakan karena masih beradaptasi dengan situasi pandemi. (*)