Jalan Rusak di Sulawesi Tenggara
Kerusakan Jalan Poros Andoolo-Tinanggea, Warga: Jokowi Mau Lewat Ditimbun, Turun Hujan Rusak Lagi
Jokowi direncanakan melewati Jalan Poros Andoolo-Tinanggea, karena akses utama, penghubung Kota Kendari, Konawe Seltan, dan Bombana. Namun gagal.
Penulis: Risno Mawandili | Editor: Risno Mawandili
Warga yang bermukim di bilangan Jalan Poros Andoolo-Tinanggea, Konawe Selatan, heran. Megapa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tak kujung memperbaiki kerusakan jalan?
Padahal, jalan akses ibu kota Kabupaten Konawe Selatan tersebut, jaraknya dekat dengan Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Herannya, mengapa akses ini dekat dengan ibukota provinsi, justru diabaikan. Ada apa sebenarnya, sehingga tidak diperhatikan Provinsi Sulawesi Tenggara?" ujar desa Lalonggasu, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Jusmani, Senin (5/4/2021).
Jusmani merupakan satu di antara warga yang ikut gerakan protes, tanam pohon pisang dan blokade Jalan Poros Andoolo-Tinanggea menggunakan bebatuan.
Kata dia, aksi protes itu sudah dilakukan selama sepekan, pantang berhenti jika kerusakan Jalan Poros Andoolo-Tinanggea tak diperbaiki.
"Kami tidak akan berhenti protes sebelum ada realisasi perbaikan jalan. Bukan sekadar janji. Karena janji sudah sering, kita ingin dikerjakan," tegasnya.
Setidaknya, apa yang dikatakan Jusmani ada benarnya. Jarak Jalan Poros Andoolo-Tinanggea terbilang dekat dari Kota Kendari.
Jika berkaca pada peta digital goole maps, jarak tempuh dari Kota Kendari menuju Kecamatan Tinanggea sekira 98 kilometer. Dapat ditempuh menggunakan mobil dengan waktu 2,16 jam.
Sementara itu, jarak tempuh dari Kota Kendari menuju Kecamatan Andoolo, cuma sejauh 84,5 kilometer. Jarak tempuh menggunakan mobil butuh waktu 1,56 jam.
Selain dekat dengan Kota Kendari, Jalan Poros Andoolo-Tinanggea juga dekat dengan ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan.
Di mana, Kecamatan Andoolo merupakan ibukata Kabupaten Konawe Selatan.
Tanam Pohon Pisang di Ruas Jalan
Kesal karena jalan rusak, warga yang bermukim di bilangan Jalan Poros Andoolo-Tinanggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menanam pohon pisang di badan jalan.
Menurut warga Desa Watumerembe, Kecamatan Palanga, Kabupaten Konawe Selatan, Supri (48), pohon pisang sudah ditanan sekira sepekan lamanya.
"Sudah lami ditanam, kira-kira sudah seminggu, karena warga kesal jalan rusak ini tidak diperbaiki," ujarnya ditemui TribunnewsSultra.com, Senin (5/4/2021).