Kabupaten Kolaka Juara 1 STQH Tingkat Provinsi, Boyong 5 Emas, 3 Perak, dan 5 Perunggu
Kabupaten Kolaka menjadi juara 1 ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis/ STQH XXVI tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penulis: Sitti Nurmalasari | Editor: Sitti Nurmalasari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/kolaka-juara-1-stqh-tingkat-provinsi-sultra.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kabupaten Kolaka menjadi juara 1 ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis/ STQH XXVI tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hasil ini diumumkan dalam acara penutupan STQH XXVI tingkat Provinsi Sultra di Zahra Syariah Hotel Kendari, Selasa (6/4/2021).
Dalam ajang STQH ini, kabupaten yang dipimpin Ahmad Safei dan Muhammad Jayadin tersebut berhasil memboyong 5 emas, 3 perak, dan 5 perunggu.
Sementara juara 2 ditempati Kabupaten Muna dengan perolehan 6 emas, 2 perak, 1 perunggu.
Kabupaten Konawe Utara menempati posisi juara 3 dengan perolehan 4 emas, 1 perak.
Baca juga: Target Juara Umum di STQH XXVI, Kafilah Kolaka Ikut Semua Lomba, Minta Doa Warga Bumi Mekongga
Hadir dalam kegiatan penutupan, Wakil Bupati Kolaka, Muhammad Jayadin mengapresiasi prestasi kafilah yang sudah berusaha memberikan hasil terbaik.
"Saya sebagai Ketua LPTQ merasa bahagia, senang, Kabupaten Kolaka bisa menjadi juara pertama," ujarnya.
Kata dia, pemerintah kabupaten telah menyiapkan bonus bagi mereka yang berprestasi.
Menurutnya, bonus tersebut sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi pemerintah.
Sebab, mereka telah berusaha dan berjuang mengharumkan nama daerah Bumi Mekongga.
Tak hanya itu, anak-anak yang mencetak prestasi akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan.
Terlepas dari itu, mereka yang belum berhasil menyumbang juara juga diberi perhatian lebih.
Sehingga tak hanya berprestasi, bisa lahir anak-anak yang cinta Alquran dan hadis serta mengamalkannya dalam kehidupan.
Ia berharap pemerintah provinsi bisa memberikan dukungan kepada mereka yang ditunjuk mewakili Sultra di Maluku Utara nanti.
Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas menyebut dengan meluruskan nawaitu, berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan hanya prestasi tetapi juga untuk meraih ridho Allah SWT.