Rabu, 29 April 2026

Air Bersih di Kendari

Layanan PDAM di Kendari Terganggu, Warga Bisa Adukan ke Nomor Kontak Ini

Perusahaan Daerah AIr Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari memberikan nomor kontak layanan aduan kepada masyarakat.

Tayang:
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Laode Ari
zoom-inlihat foto Layanan PDAM di Kendari Terganggu, Warga Bisa Adukan ke Nomor Kontak Ini
Dok.Tribunnewssultra.com/Muhammad Israjab
Direktur PDAM Tirta Anoa Kendari, Damin, saat diwawacarai terkait adanya keluhan warga tentang kualitas air dari PDAM yang keruh dan berbau busuk. 

Ketika ia menampung air, ternyata aliran air PDAM itu terlihat air keruh dan berbau seperti bangkai.

"Keruh airnya kecokelatan. Berbau sekali seperti bangkai hewan," katanya lewat pesan WhatsApp, Sabtu (3/4/2021).

Kejadian air keruh itu ia rasakan 3 jam.

"Tadi dari jam 6 pagi sampai jam 8," kata Lian.

Baca juga: Mesin PDAM Kendari Rusak Lagi, Cuma Satu Unit Berfungsi, Damin: Terkendala Perbaikan Staf Meninggal

Baca juga: Dalih PDAM Kendari Air Kotor dan Busuk Akibat Pipa Bocor, Damin Sebut Sudah Biasa Terjadi

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Air Warga Kendari Beli Air Tandon, PDAM Jarang Mengalir Hingga Harus Irit Pemakaian

Hal senada diungkapkan Rita (41) warga Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.

Menurutnya ini terus-menerus terjadi. Bukan persoalan keruhnya saja, kadang aliran PDAM ini tidak mengalir bahkan selama sepekan.

"Kalaupun mengalir airnya seperti orang buang air kecil, sedikit yang keluar," kata Rita.

Curhatan emak-emak di Kendari 

Percakapan WhatsApp, emak-emak di Kendari kesal air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa, mirip comberan dan berbau busuk.

Percakapan emak-emak di pesan WhatsApp, kesal karena air PDAM keruh dan berbau, Sabtu (3/4/2021)
Percakapan emak-emak di pesan WhatsApp, kesal karena air PDAM keruh dan berbau, Sabtu (3/4/2021) (handover)

Terlihat percakapan mereka tidak puas dengan pelayanan PDAM Tirta Anoa Kendari.

Dalam percakapan itu, emak-emak menyebut air keruh dan berbau seperti comberan.

"Bau bu, sudah mau full bak, lihat ini langsung di buang lagi. Macam bau comberan," kata emak-emak itu melalui pesan WhatsApp, Sabtu (3/4/2021).

Ada juga emak-emak mengaku pasrah. Walaupun air keruh tetap ia ambil sebagai kebutuhan.

"Sama, di rumah juga airnya hitam. Dari pada tidak ada air, ditadah saja bak,"tulisnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Muhammad Israjab)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved