Protes Jalan Rusak, Warga Blokade Jalan Poros Andoolo - Tinanggea Konawe Selatan Dengan Batu Besar
Aksi blokade jalan itu tepatnya di Desa Lalonggatu, Kecamatan Tinaggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penulis: Mukhtar Kamal | Editor: Laode Ari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/protes-warga-di-konsel-karena-jalan-rusak.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI-Sejumlah warga desa memblokade jalan karena memprotes jalur tersebut makin rusak dan tak kunjung diperbaikin oleh pemerintah.
Aksi blokade jalan itu tepatnya di Desa Lalonggatu, Kecamatan Tinaggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Warga memblokde jalan dengan menggunakan beberapa batu ukuran besar dan gundukan tanah.
Bahkan warga juga menanamkan pohon pisang ditengah jalan poros Andoolo dan Tinanggea .
Jalur tersebut merupakan jalan penghubung Andoolo menuju Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan.
Menurut Alfian, salah seorang warga ikut aksi tersebut mengatakan hal itu dilakukan bentuk protes rusaknya jalan di desa tersebut.
"Ini bentuk protes kami atas janji diberikan oleh pemerintah DPR Provinsi Sultra 3 bulan lalu akan memperbaiki jalan," kata Alfian, Minggu (04/04/2021).
Baca juga: Wali Kota Kendari Sebut Keuangan Terbatas Untuk Perbaiki Jalan Rusak, Minta Warga Bersabar
Baca juga: Pemprov Tak Tahu Kapan Tuntaskan 260 Kilometer Jalan Rusak di Sultra, Abdul Rahim Bilang Begini
Baca juga: Khas Kawasan Industri Morosi: Aksara China di Warung, Jalan Rusak Parah, Pincara Seberangi Sungai
Alfian mengatakan, karena warga merasa dibohongi dan tidak ada konfirmasi selanjutnya aksi ini terpaksa mereka lakukan.
Sebelumnya sudah melakukan aksi dan meminta pemerintah segera memperbaiki jalan rusak di jalur itu.
"Ini sudah yang kesekian kalinya kami lakukan dan telah mendapatkan respon dari Ketua Komisi III," ujar Alfian.
Tampak dari foto yang tersebar di sosial media, para warga memblokade jalan menggunakan batu.
Diketahui juga, sebelumnya aksi serupa pernah dilakukan dengan menggunakan batang pohon pisang yang mereka sebar di area jalan.
"Hal ini kami pernah lakukan waktu ada Gubernur Ali mazi datang berkunjung melintasi jalan ini," tambahnya.
Saat Tribunnewssultra.com mengkonfirmasi kepada Sekcam Tinanggea, Nirwan membenarkan adanya blokade jalan yang dilakukan oleh warganya.
"Ini dilakukan atas keresahan masyarakat dengan janji diberikan Ketua Komisi III, kata Nirwan.