Drama Korea
Tepis Kontroversi, JTBC Beberkan Jalan Cerita Drama Korea 'Snowdrop'
Stasiun penyiaran JTBC kembali merilis pernyataan terkait kontroversi yang tengah menyeret drama 'Snowdrop.'
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/pemeran-drama-korea-snowdrop.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Stasiun penyiaran JTBC kembali merilis pernyataan terkait kontroversi yang tengah menyeret drama 'Snowdrop.'
Diketahui, drama yang dibintangi oleh Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK itu menuai kritikan lantaran dianggap mendistorsi sejarah.
Selain itu, jalan cerita 'Snowdrop' juga dinilai meromantisasi masalah yang cukup sensitif.
Menanggapi masalah tersebut, JTBC kembali mengungkapkan sikapnya.
Baca juga: Drama Korea Snowdrop Banjir Kritikan, JTBC Angkat Bicara
Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (30/3/2021) ini, pihaknya membantah spekulasi seputar plot dan karakter dengan mengungkap sebagian alur cerita yang akan ditampilkan dalam drama.
"JTBC akan mengungkapkan pernyataan kami sekali lagi tentang drama Snowdrop.
Bahkan setelah pernyataan kami tentang Snowdrop dirilis, kritik dan spekulasi terus berlanjut maka kami merilis pernyataan yang direvisi untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini," kata JTBC.
Stasiun televisi asal Negeri Gingseng itu menyebut, "kontroversi dimulai karena informasi sepihak yang menggabungkan sinopsis yang tidak lengkap serta sebagian perkenalan karakter yang telah bocor."
Baca juga: Baru Tayang 2 Episode, Drama Korea Joseon Exorcist Resmi Dihentikan
Di samping menyatakan bocornya "materi yang belum disempurnakan" sebagai kesalahan tim produksi, JTBC akhirnya mengungkapkan sebagian plot cerita dari 'Snowdrop.'
Berikut pernyataan JTBC selengkapnya.
"1. Mengenai masalah meremehkan Gerakan Demokratik, Snowdrop bukanlah drama yang berhubungan dengan Gerakan Demokrat.
Tidak ada setting yang di mana pemeran utama laki-laki dan perempuan berpartisipasi atau memimpin Gerakan Demokratik.
Di sisi lain, akan muncul tokoh yang dituduh secara tidak adil dan ditindas sebagai mata-mata pada masa rezim militer di tahun 80-an.
2. Snowdrop menggunakan latar belakang dan tema situasi politik tahun 1987 seputar pemilihan presiden dan bukan Gerakan Demokratik.
Sebuah cerita fiksi akan diceritakan seputar rezim militer, Badan Keamanan Nasional dan bagaimana mereka memiliki kepentingan pribadi, bersekongkol dengan kediktatoran Korea Utara untuk mempertahankan kekuasaan.
Baca juga: Rangkuman Fakta Penyebab Drama Joseon Exorcist Banjir Kritikan dari Warga Korea