Breaking News:

Berita Konawe Terkini Hari Ini

Akui Diri Sebagai Penasihat Perusahaan Tambang, 1 Anggota Bawaslu Konawe Disanksi Peringatan Keras

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberi sanksi peringatan keras kepada anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Konawe, Indra Ek

Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Fadli Aksar
Humas DKPP RI
Ketua Majelis, Muhammad saat membacakan amar putusan perkara nomor 03-PKE-DKPP/I/2021. DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Konawe, Indra Eka Putra. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Konawe, Indra Eka Putra.

Indra Eka Putra diberi sanski karena terlibat sebagai advisor perusahaan tambang PT Muda Prima Insan (MPI).

Dalam pertimbangan putusan, DKPP menyoroti pernyataan Indra Eka Putra, sebagai Teradu dalam perkara 03-PKE-DKPP/I/2021

Ketika itu, terjadi unjuk rasa masyarakat di PT Muda Prima Insan (MPI) pada 31 Oktober 2020.

Baca juga: Gelar Evaluasi Pengawasan Pemilu, Komisioner Bawaslu Sulawesi Tenggara Harap Ada Terobosan Baru

Baca juga: Bawaslu Sultra Evalusi Kinerja Sejumlah Bawaslu Daerah, Tiga Diantaranya Dapat Penghargaan

Saat itu, Indra sempat menyatakan sebagai advisor perusahaan.

Hal ini dibuktikan dengan rekaman video yang dihadirkan pengadu dalam sidang pemeriksaan DKPP digelar secara virtual, pada 22 Februari 2021 lalu.

"Menjatuhkan sanksi Peringatan Keras kepada teradu Indra Eka Putra, anggota Bawaslu Kabupaten Konawe sejak Putusan ini dibacakan," kata Ketua Majelis, Muhammad dalam rilis tertulis kepada TribunnewsSultra.com, Rabu (24/3/2021).

Sanksi ini dijatuhkan dalam sidang pembacaan putusan perkara kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, Rabu (23/3/2021).

Saat membacakan pertimbangan putusan anggota majelis Teguh Prasetyo mengatakan, Indra berdalih, dimaksud sebagai "advisor perusahaan" adalah menjadi penasehat masyarakat dan perusahaan

Menurut Teguh, Indra beralasan pernyataan tersebut terjadi secara spontan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved