Breaking News:

Program Langit Biru Pertamina

Komika Yohannes Yewen: Langit Papua Tetap Biru, Meski Program Langit Biru Pertamina Belum Masuk

Komika kelahiran Papua, Yohannes Yewen menyebut langit di Papua tetap biru, meski kampanye Langit Biru belum masuk ke sana.

Penulis: Fadli Aksar | Editor: Fadli Aksar
Istimewa
Komika kelahiran Papua Yohannes Yewen menyebut langit Papua tetap biru meski program Langit Biru Pertamina belum masuk. Diutarakan dalam webinar bertema Penggunaan BBM Ramah Lingkungan Guna Mewujudkan Program Langit Biru, bersama YLKI dan KBR, Kamis (18/3/2021). 

Salah satu variabel penilaian program langit biru ialah apakah suatu kota atau daerah memiliki kendaraan yang bebas polusi gas buang.

Event seri ke-4 YLKI dan KBR ini dipandu oleh jurnalis dan penyiar radio Maulana Isnarto.

YLKI dan Kantor Berita Radio (KBR d/h KBR 68 H) juga mengundang aktivis lingkungan dan artis Ramon Yusuf Tungka (36), serta tiga influencer lokal;

Dari Papua menghadirkan komika kelahiran Jayapura, Yohannes Yewen (26), MC dan influencer dari Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) Leoni Agustina Diani (38) dan comedy content creator asal Makassar Satriyadi Mulyadi alias Adhi Bassitowayya (39).

Program Langit Biru yang digelar PT Pertamina yang digagas sejak dekade 1990-an.

Kampanye ini kembali digalakkan tahun 2020 lalu dinilai berhasil meningkatkan penggunaan BBM yang lebih berkualitas.
Program Langit Biru ini digelar di Ambon, 14 Maret 2021 lalu dan di Makassar, akhir pekan ini.

Baca juga: Pertamina Tidak Melarang Penjual BBM Eceran, Tapi Tidak Bertanggung Jawab Jika Terjadi Ini

Baca juga: Pertamina Sebut Penurunan Harga BBM Pertalite Hanya Sebatas Promo, Hanya 10 SPBU Ini yang Terapkan

Tiap region di Pertamina Ditugaskan oleh pemerintah untuk terus mendorong penggunaan produk BBM berkualitas, terutama Pertalite yang memiliki Research Octane Number (RON) 90, serta Pertamax RON 92 dan Pertamax Turbo RON 98.

Bensin jenis premium yang selama ini masih bersubsidi mulai langka di pasaran memiliki RON 88. Ini memeliki gas buangan yang membahayakan lingkungan.

Webinar YLKI dan KBR ini mulai digelar pukul 08.00 hingga 09.00 WIB,
Rangkaian acaranya dimulai dengan talkshow radio KBR Jakarta dan webinar Diskusi Publik sampai pukul 12.00 WIB.

Setidaknya ada 143 partisipan di acara webinar antara lain dari Institute for Essential Service Reform (IESR).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved