KTP Bupati Konawe Utara Ruksamin Tetap Petani Kebun Jelang Periode ke 2 Bupati Konut di Sultra

Lepas Asar, medio 15 April 2018, Drs Mili menemui atasannya, Haji Ruksamin, di rumah jabatan bupati, dataran tinggi Wanggudu, Kecamatan Asera,

Penulis: Risno Mawandili | Editor: Aqsa
handover
Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik Ruksamin yang merupakan Bupati Konawe Utara (Konut) Ruksamin periode 2016-2021 dan dijadwalkan dilantik sebagai Bupati Konut periode kedua pada April 2020 mendatang. 

Cerita Ruksamin

Bupati Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, Ruksamin.
Bupati Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, Ruksamin. (Istimewa)

Cerita inisiatif kepala dinas mengganti kolom pekerjaan Ruksamin dari PETANI/PEKEBUN jadi BUPATI itu dikisahkan mantan wakil bupati Konawe Utara (2011-2016) ini, tepat di hari ulangtahun Ruksamin ke-48-nya, Minggu (14/3/2021) malam.

Hari ini, Rabu (17/3/2021) ini Ruksamin sisa menghabiskan 36 hari masa jabatan periode pertamanya sebagai Bupati Konawe Utara.

Rabu (21/4/2021) mendatang, Ruksamin dan wakil barunya, Abu Haerah akan dilantik untuk periode kedua sebagai bupati dengan pendamping.

Ruksamin menjadi bupati pertama Konut yang akan menjabat dua periode sejak kabupaten ini "memisahkan diri" dari Konawe induk, 14 tahun silam.

Baca juga: Deposit Tambang Nikel, Bupati Konawe Utara Ingin Mobil Listrik Jadi Randis DT 1 M

Baca juga: Bupati Konawe Utara Ruksamin Nyanyikan Mars Konasara Saat Ngevlog Bareng Direksi Tribun Network

Pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu, Ruksamin-Abu Haera meraih suara 24.505 atau 56,75 persen suara.

Sementara pesaingnya, pasangan Raup-Iskandar meraih 18.677 suara (43,25 %).

Raup adalah incumbent wakil bupati di periode pertama Ruksamin.

Sedangkan Iskandar, pasangan Rauf adalah mantan anggota DPRD Konut.

Ruksamin mengaku bangga sebagai Petani/ Pekebun.

Dia pun mengajak Tribun melihat kebunnya di Wanggundu, sekitar 6,2 km timur rumah jabatan bupati.

Di kebun seluas 6.2 Ha itu, mengenang mendiang ayahnya, Hasmuddin.

“Almarhum Bapak saya itu guru SD. Tapi kalau sudah pulang mengajar dan salat lohor dia langsung ke kebun untuk jadi petani." ujarnya.

Dengan bola mata yang basah, anak pertama dari 6 saudara itu bercerita, dari hasil kebun mendiang ayahnya di Lasolo, dia dan adik-adiknya bisa menikmati jenjang pendidikan sarjana dan juga sudah memiliki kebun masing-masing.

Ruksamin bercerita; ibunya Hajjah Sitiona (76 tahun), masih menjaga kebun peninggalan ayahnya.

“Sampai-sampai ibu saya itu pernah bilang, kalian semua sudah punya kebun tapi sudah tak ada yang mau urus kebunnya almarhum bapakmu.” jelasnya.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved