Breaking News:

Launching TribunnewsSultra

BKPM Sebut Investasi di Sulawesi Tenggara Turun, Modal Dalam Negeri Urutan 25, Investor Asing ke-10

Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) menyebut pertumbuhan ekonomi maupun investasi di Sulawesi Tenggara ( Sultra) turun selama pandemi Covid-19.

Penulis: Laode Ari | Editor: Aqsa
tangkapan layar youtube Tribunnews
Direktur Pameran dan Sarana Promosi BKPM RI Cahyo Purnomo pada Webinar Nasional 'Menarik Investasi ke Sulawesi Tenggara di Tengah Pandemi Covid-19, Kamis (18/02/2021). Webinar ini menjadi rangkaian launching TribunnewsSultra.com. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) menyebut pertumbuhan ekonomi maupun investasi di Sulawesi Tenggara ( Sultra) turun selama pandemi Covid-19.

Meski penurunan masih jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Penurunan ini juga berbanding lurus dengan turunnya investasi ke Sultra.

“Untuk Sulawesi Tenggara pertumbuhan ekonominya menurun 0,65 persen karena dampak pandemi. Jumlah itu masih lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi secara nasional,” kata Direktur Pameran dan Sarana Promosi BKPM RI Cahyo Purnomo, Kamis (18/02/2021).

Hal tersebut disampaikan Cahyo saat menjadi narasumber Webinar Nasional yang menjadi rangkaian Launching TribunnewsSultra.com, Kamis (18/02/2021).

Cahyo mewakili Kepala BKPM RI Bahlil Lahadalia pada webinar bertajuk Menarik Investasi ke Sulawesi Tenggara di Tengah Pandemi Covid-19.

Berdasarkan rilis BKPM RI pada Januari 2021 lalu, realisasi investasi di Indonesia pada 2020 mencapai Rp826,3 triliun.

Jumlah tersebut lebih tinggi dari target Rp817,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) lebih tinggi ketimbang Penanaman Modal Asing (PMA).

“Untuk PMDN sebesar Rp413,5 triliun (50,1 persen), sementara PMA Rp412,8 triliun atau sebesar 49,9 persen,” ujarnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved