Virus Corona

Cerita Dokter Gigi di Kendari Menyambi Jadi Penjual Minuman Dingin

Sudah sekira setahun wabah melanda, namun klinik Endartini belum beroperasi selayaknya. Ia masih membatasi pasien yang mau berobat di kliniknya.

Penulis: Laode Ari | Editor: Risno Mawandili
BERDAGANG – Endartini (39) saat melayani pembali, Jumat (5/2/2021). Dokter gigi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara ini nyambi berdagang minuman dingin karena kliniknya tutup gegara pandemi Covid-19. 

TRIBUNNEWSSULTRA.COM,KENDARI - Endartini (39) hanya bisa pasrah ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Ia memilih menutup klinik pratiknya demi memutus penularan Corona.

Dokter gigi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara ini menyambi berdagang minuman dingin untuk tambah penghasilan.

Sudah sekira setahun wabah melanda, namun klinik Endartini belum beroperasi selayaknya. Ia masih membatasi pasien yang mau berobat di kliniknya.

Saat ini ia banyak menghabiskan waktu untuk menjual minuman dingin. 

Baca juga: Kapolres Butur dan Istri Tertular Covid-19 Tak Boleh Divaksin, Satgas Akan Evaluasi

Baca juga: Data Covid-19 Indonesia 13 Februari 2021: Total 1,2 Juta Kasus Positif, 1 Juta Orang Sudah Divaksin

Baca juga: Presiden Jokowi Teken Perpres Baru, Warga yang Tolak Vaksinasi Covid-19 Bisa Dapat Sanksi

Di klinik, Endartini mengaku, hanya melayani anak-anak dan kerabatnya saja.

“Pengunjung klinik sekarang saya batasi. Dulu pertengahan Mei 2020 pertama kali saya tutup klinik hingga beberapa bulan, saya bahkan belum berani buka karena takut penularan Covid-19,” ujarnya kepada TribunnewsSultra.com, di bilangan Jalan HEA Mokodompit, Kendari, belum lama ini.

Dia menjelaskan, sebelum pandemi klinik dibuka pukul 8 pagi hingga dan 20.30 wita, untuk pelayanan Senin hingga Sabtu.

Sementara dihari Minggu klinik buka pada sore hari, pukul 18.00 sampai 20.30.

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu menjelasakan, jika ada pelanggan yang tak masuk kriteria pelayanan datan ke klinik, maka disarankan untuk berobat ke rumah sakit.

“Kalau ada pelanggan yang tidak masuk kriteria datang berobat atau sekedar konsultasi, saya langsung arahkan ke rumah sakit saja,” imbuhnya.

Dagang Minuman Dingin Depan Klinik

dg Endartini
dg Endartini (La Ode Ari/TribunnewsSultra.com)

Endartini berdagang minuman dingin di depan kliniknya.

Selain itu, wanita kelahiran Surabaya ini juga membantu mertuanya berjualan ayam geprek.

Sehari, ia dapat meraup pundi-pundi Rp200 ribu hingga Rp250 ribu.

Baca juga: Selebaran Hingga Spanduk Aisha Weddings Ajakan Menikahi Anak di Bawah Umur Bertebaran di Kendari

Baca juga: Wedding Organizer Aisha Promosikan Nikah Muda 12-21 Tahun, Kini Polisi Kejar Dalang di Baliknya

“Jualan juga lumayan, meski pun area kampus tak seramai sebelum pandemi, terangnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved