Liga 2
PSIS Semarang Hadapi Kendal Laga Krusial, Jika Kalah Siap-siap Turun Kasta, Tapi Ada Hasil Positif
Saat ini PSIS Semarang masih tertahan di papan bawah klasemen dan belum sepenuhnya aman dari ancaman turun kasta.
Penulis: Muhammad Israjab | Editor: Muhammad Israjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/PSIS-Semarang-Pegadaian-Championship-Kendal.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - PSIS Semarang akhirnya bernapas lega, setelah melewati tekanan berat menghantui, sepanjang beberapa pekan terakhir Pegadaian Championship 2025-2026.
Kemenangan tipis atas Persela Lamongan di pekan ke-17 menjadi titik balik penting, bagi Laskar Mahesa Jenar, sebelumnya terpuruk di papan bawah.
Bermain di Stadion Jatidiri, pada Sabtu (24/1/2026) malam, PSIS sukses mengamankan 3 poin lewat kemenangan 1-0 dalam laga penuh drama.
Hasil ini terasa spesial karena datang di tengah situasi genting, saat posisi PSIS di klasemen masih jauh dari kata aman.
Baca juga: Persija Jakarta Alihkan Bidikan ke Joey Pelupessy, Gagal Boyong Ivar Jenner?
Sosok kapten tim, Otavio Dutra, menjadi figur sentral kebangkitan PSIS pada laga tersebut.
Bek veteran berusia 42 tahun itu berhasil menjawab kritik, sempat mengarah padanya usai performa rapuh lini belakang saat melawan Deltras FC.
Di hadapan publik sendiri, Dutra tampil kokoh memimpin barisan pertahanan PSIS, jauh lebih disiplin dan terorganisasi.
Tak hanya bertahan, Dutra juga mencatatkan namanya di papan skor sebagai pahlawan kemenangan.
Gol semata wayang PSIS tercipta pada menit ke-54, sekaligus penentu hasil akhir pertandingan.
Seusai laga, Dutra tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya atas kemenangan diraih timnya.
"Puji Tuhan kita bisa mendapatkan tiga poin di kandang," ujar Dutra, mengutip laman iLeague.id.
Ia juga menegaskan arti penting kemenangan tersebut secara personal.
"Ini tiga poin pertama (kemenangan) sejak saya datang ke sini," lanjut pemain naturalisasi itu.
Secara taktik, PSIS tampil dengan pendekatan berbeda dibandingkan laga-laga sebelumnya.
Baca juga: Alasan Dion Markx Didatangkan Persib Bandung, Sempat Digadang-gadang Mampu Bersaing di Eropa
Pelatih Jafri Sastra menerapkan skema 3-5-2, membuat pertahanan PSIS lebih solid dan seimbang.
Dutra bahu-membahu dengan Aldair Simanca dan Dani Ibrohim, menjaga kedalaman lini belakang.
Namun kemenangan ini, tidak diraih dengan mudah. PSIS harus berjuang ekstra keras setelah Safna Delpi diusir wasit menit ke-31 akibat kartu merah.
Bermain 10 pemain sejak pertengahan babak pertama, membuat beban Mahesa Jenar semakin berat.
Situasi semakin menantang karena pertandingan berlangsung di bawah guyuran hujan, sepanjang 90 menit.
Dutra mengakui laga tersebut menjadi salah satu pertandingan paling melelahkan sejak ia bergabung.
"Pertandingan sangat berat, apalagi kami harus bermain dengan kekurangan satu pemain di babak pertama," katanya.
Meski demikian, PSIS justru menunjukkan mentalitas berbeda.
"Tapi, kami tidak terlalu merasakan itu karena semua pemain bekerja keras," lanjutnya.
Dutra menilai kehilangan satu pemain justru memicu semangat kolektif tim.
"Meskipun kehilangan satu pemain, teman-teman justru tampil lebih dan itu menurut saya menjadi kunci kesuksesan kami sehingga kami bisa meraih tiga poin di kandang," ungkapnya.
Gol Dutra sendiri lahir dari kerja sama apik, dengan Fadhilah Alwi yang mencatatkan assist.
Kemenangan ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik, diarahkan kepada Dutra pada laga-laga sebelumnya.
Ia mengakui faktor adaptasi menjadi tantangan besar di awal kedatangannya.
Baca juga: Analisis 3 Prediksi Skor Dewa United Vs Arema FC: Deretan Pemain Asing Bakal Debut di Klub Baru
"Karena kami baru datang dan saya belum terlalu mengenal teman-teman. Memang kami butuh waktu," tuturnya.
Ia menegaskan banyaknya pemain baru, membuat proses menyatu sebagai tim tidak instan.
"Banyak pemain baru datang dan kami belum banyak bermain bersama," ujarnya.
Menurut Dutra, laga melawan Persela menjadi momen pertama PSIS benar-benar tampil sebagai satu kesatuan.
"Baru hari ini kami benar-benar bermain sebagai satu tim dan hasilnya bisa kita lihat," kata dia.
"Semua bekerja keras dan puji Tuhan kami bisa menang melawan tim yang kuat," tambahnya.
Pelatih PSIS, Jafri Sastra, juga menyambut kemenangan ini dengan rasa syukur mendalam.
"Alhamdulullah malam ini semua pemain bermain luar biasa. Kinerja anak-anak, atau teman-teman luar biasa di dalam lapangan selama 90 menit," ujar Jafri.
Meski meraih tiga poin penting, Jafri menegaskan timnya tidak boleh cepat puas.
"Kami akan mempersiapkan pertandingan ke depan, agar bisa bermain lebih konsisten dan semua pemain harus siap, apakah dimainkan atau tak dimainkan," tegasnya.
PSIS kini menatap laga berikutnya yang jauh lebih krusial.
Baca juga: Dewa United Vs Arema FC Prediksi Skor, Head to Head dan Potensi Line Up Pemain
Pada pekan ke-18, Mahesa Jenar akan kembali bermain di kandang menghadapi Kendal Tornado FC, Jumat (30/1/2026).
Laga ini berstatus hidup-mati, karena kekalahan bisa menyeret PSIS ke jurang degradasi.
Saat ini PSIS masih tertahan di papan bawah klasemen dan belum sepenuhnya aman dari ancaman turun kasta.
Manajemen sendiri telah menunjukkan keseriusan dengan mendatangkan total 14 pemain baru demi menyelamatkan tim.
Kini, seluruh nasib PSIS Semarang akan ditentukan di Stadion Jatidiri, saat Mahesa Jenar bertaruh segalanya demi bertahan di Pegadaian Championship 2025-2026. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.