Berita Sulawesi Tenggara
2 Jemaah Haji Asal Wakatobi dan Konawe Selatan Wafat saat Ibadah Haji, Dimakamkan di Arab Saudi
Dua jemaah haji asal Sulawesi Tenggara (Sultra) meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi tahun 2026.
Penulis: Dewi Lestari | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Kolase-foto-poster-ucapan-belasungkawa-jemaah-Sultra-yang-meninggal.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI – Dua jemaah haji asal Sulawesi Tenggara (Sultra) meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi tahun 2026.
Kedua jemaah tersebut adalah La Hido bin La Ulo dari Kloter 39 asal Kabupaten Wakatobi dan Siti Asiah binti Sujari, anggota Kloter 34 asal Kabupaten Konawe Selatan.
Berdasarkan laporan yang diterima TribunnewsSultra.com dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sultra, La Hido wafat pada Kamis (28/5/2026) pukul 16.48 Waktu Arab Saudi (WAS).
Sementara Siti Asiah meninggal dunia pada pukul 20.00 WAS di hari yang sama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sultra, Muhammad Lalan Jaya, membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026).
Namun, ia masih menunggu laporan medis dari tim kesehatan kloter untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya kedua jemaah.
Baca juga: 101 Jemaah Lansia Asal Sulawesi Tenggara Jalani Skema Murur dan Tanazul Demi Kelancaran Ibadah Haji
“Laporannya benar meninggal. Tapi kami masih menunggu laporan dari dokter kloter terkait sakit yang dialami. Beberapa kali saya sudah menghubungi untuk meminta informasi lebih lanjut, namun belum ada jawaban,” kata Lalan.
Lalan menyampaikan proses pengumpulan informasi masih berlangsung karena sebagian besar petugas dan jemaah tengah menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Mina, Makkah.
Kemenhaj Sultra juga masih berkoordinasi untuk memastikan lokasi wafatnya kedua jemaah, termasuk apakah meninggal saat menjalani rangkaian ibadah atau setelah mendapat perawatan medis.
Kata dia, jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi akan dimakamkan di wilayah tempat wafatnya, baik di Makkah maupun Madinah, sesuai aturan yang diterapkan pemerintah setempat.
“Kalau jemaah meninggal di Arab Saudi, maka proses pemakamannya dilakukan di sana sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menyebut, pemakaman dilakukan setelah adanya laporan resmi dari otoritas terkait.
Jenazah kemudian dimandikan dan disalatkan sebelum dimakamkan, dengan seluruh proses ditangani oleh pemerintah Arab Saudi.
Atas peristiwa tersebut, Kemenhaj Sultra menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Pihaknya juga mendoakan agar almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)