Kabar Artis
Ahmad Dhani Datang ke Kantor Polisi, Ngaku Bertemu Teman, Tanyakan soal Akun IGnya yang Hilang
Musisi, Ahmad Dhani tiba-tiba mendatangi kantor polisi usai akun Instagram (IG) pribadinya hilang.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Foto-arsip-Ahmad-Dhani-diabadikan-GridID.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Musisi, Ahmad Dhani tiba-tiba mendatangi kantor polisi usai akun Instagram (IG) pribadinya hilang.
Ia mendatangi Bareskrim Polri pada Senin (4/5/2026).
Ahmad Dhani mengaku, kedatangannya tersebut untuk bertemu temannya.
Kedatangannya tersebut, bukan melaporkan sebuah kasus hanya untuk berkonsultasi pada ahli siber.
"(Datang) mau ketemu teman saja tadi, enggak (buat laporan). Di sini kan ada ahli siber," kata Ahmad Dhani kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin siang dikutip dari Grid.id.
Ia lantas bertemu penyidik yang menjadi ahli siber.
Di sana dirinya juga menanyakan soal akun Instagramnya yang hilang.
Baca juga: 3 Jenis Barang Dilarang Masuk Koper Kabin Calon Haji Kendari, Boleh Bawa Pulang Air Zamzam
Berdasarkan hasil diskusi dengan pihak penyidik, Dhani menyebut akun Instagram pribadinya hilang karena ada yang sengaja menghilangkan akun tersebut.
Bukan karena laporan dari warganet atay mass report.
Mass report adalah tindakan yang bertujuan untuk menurunkan atau menangguhkan akun media sosialnya.
Ahmad Dhani juga menuding bahwa ada 'orang penting' yang melakukan take down pada akun Instagramnya.
Namun, Ahmad Dhani tak merinci secara detil siapa orang penting yang dimaksud.
"Kita bertanya bagaimana proses Instagram bisa di-take down itu dari mana gitu. Dan menurut temen kita di atas, itu nggak mungkin dari laporan mass report, nggak mungkin. Begitu dilihat, ini ada orang penting yang bisa sampai ke akses atas untuk bisa men-take down Instagram saya gitu," jelasnya.
Menurutnya, hilangnya akun Instagram tersebut akibat postingannya yang menarik banyak perhatian publik.
"Bukan masalah diintervensi. Saya merasa ada yang ketakutan dengan postingan saya gitu. Kalau postingan itu salah, kan tinggal, tinggal, tinggal dilaporkan secara norma-norma di Instagram. Berarti kan postingan ini bener gitu, ada yang mencoba untuk membungkam itu gitu," ungkapnya.