Film Bioskop
Broken Strings Jadi Film, Aurelie Moeremans Ungkap di Balik Keputusan Angkat Kisah Nyata ke Bioskop
Buku Broken Strings akan menjadi sebuah film yang tayang di layar lebar.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Desi Triana Aswan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sultra/foto/bank/originals/Ilustrasi-sampul-buku-Broken-Strings-dan-foto-penulisnya-Aurelie-Moremans.jpg)
TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Buku Broken Strings akan menjadi sebuah film yang tayang di layar lebar.
Hal ini disampaikan langsung oleh sang penulis buku, Aurelie Moeremans.
Ia mengungkapkan melalui broadcast Channel Instagram pribadinya yang diberi nama Broken Strings Circle.
Aurelie juga membongkar fakta di balik keputusannya tersebut agar menggarap Broken Strings.
Menurutnya, hal tersebut bukan proses yang mudah.
Ia perlu mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan siapa yang akan terlibat menggarap sebuah pejalanan hidupnya.
Baca juga: Akhirnya! Penulis Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Jadi Ibu, Lahirkan Anak di California
"Setelah banyak banget pertimbangan, dan meeting sama berbagai production house serta sutradara, akhirnya aku memutuskan untuk membawa Broken Strings ke layar film," tulis Aurelie, dikutip Jumat (20/3/2026).
Baginya, perjalanan panjang penuh makna itu, digarap bukan karena viral atau mencari keuntungan.
Namun, hal ini berkaitan dengan pembelajaran hidup yang diambil oleh para penonton.
Sehingga, ia pun akhirnya menentukan rumah produksi dan sutradara yang akan menggarap kisah pribadinya itu.
"Ini bukan keputusan yang aku ambil karena siapa yang paling menjanjikan viral, atau siapa yang berani bayar paling besar," ungkapnya.
Aurelie mengutamakan intuisi pribadinya. Ia menentukan siapa yang akan menggarap filmnya.
Menurutnya, sosok sutradara dan tim produksi yang terlibat harus mampu memahami situasi dalam cerita Broken Strings.
"Aku memilih berdasarkan feeling aku, siapa yang benar-benar peduli dengan ceritaku, yang mau menyampaikan pesan ini dengan jujur, dengan hati, bukan hanya karena hype," paparnya.
Lewat proyek film ini, Aurelie menyimpan harapan besar agar karyanya bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas, terutama terkait bahaya child grooming.